Warga NU Sukorejo Ingin Gedung MWC NU Plus

0
116

Gedung untuk perkantoran bagi sebuah organisasi atau lembaga pemerintah sangatlah penting. Untuk ormas keagamaan dan kemasyarakat semacam NU sebenarnya juga tidak kalah penting. Hanya saja, kadang  ada kebutuhan mendesak yang dipandang lebih penting seperti membangun  sekolah atau madrasah.  Pertimbangan skala prioritas inilah yang mengakibatkan sampai hari ini MWC NU Sukorejo belum memiliki gedung MWC NU  sebagai sentral dan pengendali kegiatan NU di kecamatan Sukorejo.   Melalui Konferensi MWC NU dan Banom NU  pada bulai Mei 2016 keinginan membangun gedung itu kembali muncul ke permukaan  yang kemudian disyahkan menjadi keputusan Konferensi MWC NU.

Sebulan  sebelum pelaksanaan konferensi MWC NU dan Badan otonom (Fatayat, IPNU IPPNU) tepatnya saat membentuk panitia Konferensi bersama, KH. Ahmad Masjhadi,  yang  saat itu menjabat sebagai wakil rais syuriyah MWC NU Sukorejo meminta agar pembangunan gedung MWC NU Sukorejo dimasukan dalam rancangan program kerja Konferensi baik untuk MWC NU maupun Fatayat NU dan IPNU IPPNU.  Keinginan  mantan ketua MWC NU  Sukorejo  di era 90 an itu tentu tanpa alasan. Dengan dimasukan dalam program kerja yang merupakan permusyawaratan tertinggi  NU di kecamatan Sukorejo  diharapkan menjadi keputusan yang mengikat bagi pengurus maupun warga NU di kecamatan Sukorejo.

Benar saja, dalam pelaksanaan Konferensi Bersama tanggal 15 Mei 2016 di MTs NU 13 Ar Rahmat  Sukorejo  musyawirin meloloskan rancangan program  tersebut dan mengesahkan menjadi salah satu program kerja MWC NU Sukorejo masa khidmat 2016-2021, disamping keputusan lain memilih rois syuriyah dan ketua tanfidziyah

Sesungguhnya upaya pembangunan gedung MWC NU itu sudah dimulai sejak periode sebelumnya.  Hanya saja itu merupakan program spontanitas di tengah jalan yang tidak masuk dalam amanat konferensi MWC NU.  Hal itu bermula ketika   MTs NU 13 Ar Rahmat membeli tanah milik warga NU di desa Kebumen.  Karena tidak cukup, sebagian kemudian dimintakan donatur warga NU Sukorejo.

Pengurs  MWC NU Sukorejo terpilih, kemudian merasa perlu untuk konfirmasi kepada KH. Ahmad Masjhadi  selaku ketua pengurus MTs NU 13 Ar Rahmat untuk minta penjelasan status tanah yang dibeli. “ MTs NU 13 Ar Rahmat itu didirikan dan  milik MWC NU Sukorejo maka ketika ada hasilnya masak pemiliknya nggak boleh ambil” begitu jawab pemilik toko elektronik “Sinar TS” itu.

Mimpi warga NU Sukorejo memiliki gedung MWC NU itu nampaknya ada harapan terpenuhi, pasalnya tanah yang terletak di desa Kebumen tepatnya  di jalan raya Sukorejo- Platungan itu  sudah dibebaskan dan saat ini sedang proses  sertifikasi.  Apakah tanah itu hanya akan digunakan  sebagai gedung MWC NU Sukorejo ? Pertanyaan ini  sering muncul dari para aktifis dan pengurus MWC NU sukorejo. Sebab kalau hanya untuk kantor MWC NU dikuatirkan kurang produktif dan maksimal.  Hal ini belajar pada gedung MWC NU di daerah lain yang tidak banyak  disambangi pengurus atau warga.

 

Gedung  MWC NU Plus

Jika mengacu pada program kerja MWC NU Sukorejo hasil Konferensi lalu  sebenarnya amanat yang dibebankan kepada pengurus MWC NU Sukorejo periode ini sangat berat. Betapa tidak, ada tiga program fisik di sana. Pembangunan gedung MWC NU, pembuatan sekretariat LP Ma’arif dan pendirian Pondok NU.  Pembuatan sekretariat LP Ma’arif   tentu bisa menyatu dengan gedung MWC NU.  Sementara pembangunan pondok NU sebenarnya diarahkan ke MTs NU 13 Ar Rahmat  Sukorejo meskipun  program pendirian pondok NU tidak diperjelas di mana akan dibangun.

Jika melihat prospek, sebenarnya pembangunan gedung MWC NU bisa mencakup ketiganya. Sebagai kantor NU, sekretariat Ma’arif dan pondok NU. Yang terakhir dengan analisa lokasi tanah dekat dengan MANU 10 dan SMK Muhammadiyah 04 Sukorejo  dan dekat pula dengan masjid Kebumen.

Analisa yang lain berharap gedung MWC NU Sukorejo juga dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis karena terletak di jalan raya Sukorejo – plantungan. Bisa dibuat untuk toko yang disewakan dan semacamnya, hasilnya bisa untuk biaya operasional MWC NU Sukorejo.

Analisa  juga muncul dari sekretaris MWC NU Sukorejo, Suharyono. Menurut mantan kepala MTs NU 13 Ar Rahmat Sukorejo ini  disamping sebagai gedung MWC NU  sebaiknya dimanfaatkan juga  untuk   sekolah unggulan tingkat dasar.  “ Bisa MINU unggulan, bisa SD NU unggulan”. Analisa aktifis IPNU Sukorejo periode pertama ini juga ada benarnya.  Di Sukorejo saat ini ada 5 MINU, 3  di wilayah Barat , MINU Selokaton, Ngadiwarno dan Harjodowo. Satu di wilayah pegunungan, MINU Tamanrejo dan 1 MINU  Trimulyo bersebelahan dengan MTs NU 13 Ar Rahmat Sukorejo.

Suharyono menjelaskan tingkat ekonomi warga Sukorejo sudah meningkat drastis. Hampir semua rumah memiliki sepeda motor sehingga mereka bisa mengantar anaknya sekolah di mana saja yang mereka pilih yang dipandang berkualitas.  Asumsi ini didukung fakta bahwa MINU 45 Trimulyo sudah beberapa tahun ini menolak siswa baru. Untuk masuk MINU  45 Trimulyo sekarang harus inden beberapa bulan sebelum anak lulus TK. Permasalahan ini bukannya tanpa solusi , pihak pengelola MINU 45 sudah membangun kampus II tak jauh dari gedung induk.  Namun  karena keterbatasan lokasi tetap saja tidak semua yang mendaftar bisa tertampung.

Dari berbagai analisa dan harapan tersebut sebenarnya bisa saja semua ditampung.  Halaman depan disamping untuk parkir yang cukup juga bisa dimanfaatkan untuk pertokoan. Sementara kantor MWC NU dan Ma’arif bisa dipoyeksikan di lantai dua.  Bentuk tanah yang memanjang, bagian belakang bisa untuk  sekolah MINU atau  SD NU unggulan. Sementara malam hari bisa dimanfaatkan untuk pondok pelajar sekolah lanjutan.

Untuk menampung semua masukan dan analisa tersebut sudah barang tentu dibutuhkan perencanaan yang matang dan konperhensif untuk kebutuhan jangka panjang. Jika formatnya sudah matang pelaksanaanya juga harus bertahap dan butuh kesabaran karena membutuhkan sumber daya yang besar. Semoga Allah SWT meridhoi. (tulisan feature : Fahroji).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here