Uwais Al-Qarny, Manusia Penghuni Langit

0
153
Oleh: Muhammad Umar Said

قال شيخنا محمد دانيال ريان
“كم من مشهور في الأرض مجهول في السماء، وكم من مجهول في الأرض مشهور في السماء”


Guru kami Mohammad Danial Royyan berkata, “banyak orang terkenal di bumi, tetapi tidak dikenal di langit, dan banyak orang yang tidak dikenal di bumi tetapi ia terkenal di langit”.

Ungkapan di atas mengingatkan kita tentang kisah Uwais al-Qarni, seorang pemuda miskin dari Yaman dimana setiap hari bekerja sebagai pengembala kambing. Namun dibalik kehidupannya yang miskin ia sangat mencintai ibunya yang terkena sakit lumpuh dan setiap hari ia selalu merawatnya.

Suatu ketika Uwais al-Qarni merasakan kerinduan yang mendalam, yaitu ingin bertemu Rasulullah Saw di Madinah. Sebab ia kerapkali mendengar cerita dari tetangganya, bahwa mereka sambil pergi berdagang atau menunaikan ibadah haji telah bertemu Rasulullah Saw.

Melihat kenyataan seperti itu membuat Uwais semakin ingin bertemu Rasulullah saw, namun hasratnya itu lagi-lagi tertunda karena ia tidak tega meninggalkan ibunya tinggal sendiri di rumah.

Suatu hari, akhirnya Uwais al-Qarni memberanikan diri memohon ijin kepada ibunya, agar ia diijinkan untuk bertemu Rasullah Saw meskipun sebentar, orang yang selama ini sangat ia rindukan. Dengan perasaan terharu, akhirnya ibunya pun memberikan ijin kepada Uwais untuk bisa bertemu Rasulullah di Madinah. Sambil memegang tangan Uwais, ibunya berkata, “Uwais anakku, silakan kau bertemu dengan Rasulullah, dan kau telah saya ijinkan, tetapi anakku, jika kau telah bertemu dengan Rasulullah segeralah kau pulang wahai anakku!. Ya wahai ibuku, jawab Uwais”.

Akhirnya pergilah Uwais dari Yaman ke Madinah dengan jalan kaki. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, sampailah Uwais di rumah Rasulullah Saw di Madinah. Tetapi sayang seribu sayang mimpinya ingin bertemu Rasulullah kandas, ia tidak bertemu dengan orang yang sangat dicintai itu karena beliau sedang tidak berada di rumah. Uwais hanya bertemu dengan isteri Rasulullah Saw Aisyah RA.

Dengan air mata berlinang Uwais pun segera pulang ke Yaman ingin segera bertemu ibunya. Hari berganti hari, Rasulullah pun pulang ke rumah, dan bertanya kepada Aisyah RA tentang siapa tamu yang datang ke rumah. Aisyah ra menceritakan kepada Rasulullah tentang siapa yang datang, dialah Uwais al-Qarni. Rasulullah Saw berkata kepada Aisyah, “wahai Aisyah! ketahuilah, bahwa Uwais al-Qarni adalah pemuda yang baik, ia bukan lagi manusia bumi tetapi ia manusia langit, ia sangat terkenal di langit.

Selang beberapa hari kemudian Rasulullah Saw bertemu dengan sahabat Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, beliau berpesan kepada mereka berdua untuk bertemu dengan Uwais kapan saja, dan beliau perintahkan kepada kedua sahabatnya itu untuk minta didoakan oleh Uwais. Rasulullah sambil mengatakan, bahwa Uwais meskipun seorang pengembala kambing, tetapi ia bukan manusia bumi, tetapi ia adalah manusia langit dan memiliki ciri ada tanda putih di tangan kanannya.

Tak lama kemudian Rasulullah Saw pun wafat pulang ke rahmatullah, dan kepemimpinan beliau diganti oleh Abu Bakar RA. Setelah itu Abu Bakar RA pun meninggal, lalu dilanjutkan oleh Umar bin Khattab. Pada saat kepemimpinan beliau, niat beliau untuk bertemu Uwais sangat kuat sekali. Setelah musim haji tiba sesuai pesan Rasulullah Umar bin Khattab RA dan Ali bin Abi Thalib RA semakin penasaran ingin segera mencari dan bertemu Uwais al-Qarni. Perasaan bergumam dalam hati mereka sambil bertanya, “siapa sesungguhnya Uwais itu?”.

Setelah dicari dan dicari akhirnya kedua sahabat Rasulullah itu pun bertemu dengan Uwais al-Qarni yang sedang mengikat kawanan kambing milik majikannya di perbatasan kota. Setelah itu Uwais masuk ke dalam tenda dan melaksanakan shalat sunnah. Setelah selesai shalat Uwais pun bergegas menemui tamunya. Lalu tamunya itu mengucapkan salam kepadanya, “Assalamualaikum wahai Uwais?”. “Wa’alaikumussalam, wahai Amirul mu’minin!”. Ketika Umar bin Khattab berjabat tangan dengan Uwais, langsung dilihatkah telapak tangan kanan Uwais yang memiliki tanda putih dan bercahaya. Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib semakin yakin terhadap apa yang disampaikan Rasulullah Saw, bahwa Uwais bukanlah manusia sembarangan.

Sambil menyampaikan salam dari Rasulullah Saw, Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib selanjutnya minta didoakan oleh Uwais, namun Uwais merasa keberatan jika mendoakan kedua sahabat Rasulullah itu, karena ia merasa bukan levelnya. Tetapi kedua sahabat itu terus minta didoakan sambil meyakinkan bahwa permintaan doa sebagaimana yang beliau berdua sampaikan adalah pesan Rasulullah Saw. Akhirnya meskipun dengan berat hati Uwais pun mendoakan beliau berdua, sambil berkata, “Wahai Amirulmukminin!, cukup kali ini saja, engkau berdua mengetahui siapa hamba ini, dan sekali ini saja hamba bersedia mendoakan yang mulia”.

Setelah itu Uwais pun meninggalkan kedua sahabat Rasulullah tersebut, dan lama tidak terdengar tentang kabar, entah dimana keberadaan Uwais, dan setelah ditelusuri terdengar kabar bahwa ternyata Uwais telah meninggal dunia.

Begitulah sepenggal kisah tentang Uwais al-Qarni, seorang pemuda miskin dan pengembala kambing. Meskipun dalam kehidupannya ia tidak terkenal, tetapi karena begitu cintanya kepada ibunya ia mendapatkan gelar “manusia penghuni langit”. Dan selanjutnya bagaimanakah dengan kita, bisakah kita seperti dia?.

Semoga kisah ini menginspirasi, amiin.

Kisah di atas melengkapi apa yang disampaikan oleh KH. Mohammad Danial Royyan dalam pengajian rutin Ahad pagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here