Usai Haflah Akhirussanah, Majlis Taklim Baiturrosyad Candiroto Ajak Para Santri ‎Wisata Religi

0
130
iklan

Kendal, pcnukendal.com – Sabtu (10/04) pagi, tampak puluhan santri-santri kecil didampingi para orang tua berjalan menuju bis yang terparkir di pinggir jalan raya Kendal-Putat. Mereka adalah santri Majelis Taklim Baiturrosyad Kelurahan Candiroto Kecamatan Kendal yang pada hari itu melaksanakan kegiatan wisata religi dengan menziarahi makam para wali.

Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Khusnul Awalin kegiatan itu merupakan rangkaian acara haflah akhirussanah Majelis Taklim Baiturrosyad yang ke-33. Haflah akhirussanah telah dimulai sejak Rabu (07/04) lalu. Tercatat 5 santri telah khatam Alquran 30 juz binnadhor dan 10 santri dikukuhkan untuk mulai menjalankan salat 5 waktu yang dikenal dengan istilah ngadek sholat.

“Sedangkan wisata religi ini dimaksudkan untuk mengenalkan anak-anak kepada auliya dan habaib penyebar Islam di tanah Jawa agar mereka bisa mencintai dan meneladani perjuangan para wali melalui ngalap berkah menziarahi makamnya,” terang Khusnul Awalin.

Iklan

Karena anak-anak merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dibina agar selalu mencintai warisan ajaran dan budaya leluhur yang agung, lanjutnya.

Adapun tempat tujuan ziarah meliputi makam Syekh Maulana Magribi Ujungnegoro Batang, makam Habib Ali Al Athos Sapuro Pekalongan, makam Syekh Maulana Syamsudin Pemalang, dan diakhiri dengan melepas lelah di Pantai Widuri Pemalang.

Pengasuh Majelis Taklim Baiturrosyad, KH. Muhamad Rusydi mengapresiasi kegiatan itu. Menurutnya belajar tak melulu di dalam kelas, dengan wisata religi para santri dapat mengambil banyak pelajaran sambil rekreasi.

“Anak-anak harus terus belajar dan menjaga ahlaqul karimah sesuai yang dicontohkan Rusulullah, serta menjaga salat 5 waktu dengan berjamaah baik di masjid, musala ataupun di rumah bersama orang tua. Karena amalan yang disukai Allah adalah salat 5 waktu,” tuturnya.

KH. Muhamad Rusydi juga berpesan kepada para orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi pergaulan putra-putrinya agar tidak salah pergaulan.

“Boleh membelikan HP, TV, atau mainan lainnya, tapi ngajinya harus tetap jalan jangan sampai berhenti. Karena anak menangis di dunia kita masih bisa menolongnya, kalau menangis di akhirat kita tidak bisa menolongnya, jadi jangan sampai menyesal nantinya,” terang KH. Muhamad Rusydi.

Salah satu wali santri asal Candiroto Kendal, Siti Amiroh bersyukur anaknya dapat menuntut ilmu di Majelis Taklim Baiturrosyad. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pengasuh dan para ustadz/ustadzah karena kedua putranya, yakni Mukhamad Zamzami telah khatam Alquran 30 juz binnadhor dan Mukhamad Fadlullah dikukuhkan ngadek sholat.

Maturnuwun sanget kulo aturaken, mugi-mugi gusti Allah amberkahi soho bales amal sae panjenengan sedoyo (Terima kasih sekali saya haturkan, semoga Allah memberkahi dan memberikan balasan amal baik kalian semua),” ucapnya haru. (Sugeng/Muf)

iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here