UMAR BIN KHOTTHOB TOLAK KENAIKAN GAJI

0
53

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Amirul Mukminin atau Khalifah, Umar terkenal sangat jujur, ikhlas, disiplin dan benar-benar mencontoh perilaku Rasulullah. Dia sama sekali tidak ingin melakukan hal yang menyimpang dari ajaran Rasulullah, baik sebagai pribadi maupun sebagai seorang khalifah.

Dia sama sekali tidak pernah meminta kenaikan gaji. Dia juga tidak pernah memanfaatkan uang dari Baitul Maal (kas negara) yang berada di bawah kekuasaannya, kecuali hanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya, serta untuk bekal haji dan umroh.

Pernah suatu ketika, Ali bin Abi Thalib RA memiliki usulan untuk menaikkan gaji Khalifah. Ini karena melihat kondisi setiap kali menerima tamu negara, Umar tidak pernah berpakaian yang mewah.

Ide itu diusulkan ke para sahabat dan mereka semua memberikan dukungan, termasuk Usman bin Affan RA. Tetapi, usulan itu sulit disampaikan langsung karena dikawatirkan Umar akan marah jika mendengarnya.

Akhirnya, para sahabat memutuskan untuk meminta bantuan putri Umar bin Khotthob, Hafshoh yang juga merupakan salah satu istri Rasulullah, untuk menyampaikan usulan itu ke ayahnya. Hafsah pun menyampaikan usulan itu kepada Umar.

Perkataan Hafsah dalam menyampaikan usulan membuat marah Umar. Dia kemudian bertanya siapa yang mengusulkan kenaikan gaji itu, tetapi Hafsah tidak menjawabnya.

“Kalau aku tahu siapa nama-nama di balik usulan itu, akan aku datangi mereka satu per satu dan kutampar mereka dengan tanganku,” kata Umar.

Umar telah menjadi teladan bagi rakyatnya dalam mengamalkan agama dengan benar dan lurus. Dia juga telah mengarahkan mereka ke arah keadilan, kesetaraan, kemerdekaan (bukan kebebasan) dan kehidupan yang demokratis. Semuanya dilakukan tanpa mengambil keuntungan sedikitpun baik untuk dirinya atau kelompoknya. Masihkah Allah akan mengirimkan pemimpin sepertinya ???
Wallohu A’lam.

M.D. Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here