UMAR BIN KHOTTHOB : PENCETUS IDE KEMERDEKAAN MANUSIA

0
503

Umar bin Khotthob RA menjadi pemimpin umat Islam, setelah wafatnya Khalifah Abu Bakar Shiddiq RA dengan titel “Amirul Mukminin” yang berkedudukan di Madinah sebagai ibukota negara Islam. Dia mengangkat Amr bin Ash RA sebagai gubernur di Mesir. Pada saat ada lomba pacuan kuda di Mesir, anak Amr bin Ash yang bernama Muhammad ikut menjadi peserta lomba pacuan kuda bersama pemuda-pemuda Mesir yang lain. Tetapi anak Amr dalam lomba pacuan kuda tersebut dikalahkan oleh seorang pemuda Mesir.

Karena merasa dipermalukan anak orang biasa, anak Amr bin Ash dengan mengandalkan kekuasaan ayahnya memukul pemuda Mesir itu. Pemuda Mesir itupun tidak berani membalasnya karena takut kepada kekuasaan Amr. Maka ayah pemuda itu bersama dengan anaknya pergi ke Madinah untuk mengadukan peristiwa pemukulan itu kepada Amirul Mukminin Umar bin Khotthob RA. Mendengar pengaduan itu, Umar bin Al-Khotthob memanggil gubernur Mesir Amr bin Ash dan anaknya agar datang ke Madinah untuk didengar keterangannya dan dikonfrontasi dengan pengaduan yang telah diterimanya.

Setelah Amr bin Ash dan anaknya mengakui kesalahannya dan membenarkan pengaduan pemuda Mesir, Umar bin Khottob memberikan cemeti kepada pemuda Mesir dan memerintahnya untuk mencambuk anak Amr bin Ash. Umar : “Hai pemuda Mesir, ambillah cambuk dan pukullah anak bangsawan itu!”.

Kemudian si pemuda pun melakukan perintah Khalifah Umar yaitu memukul anak Amr bin Ash. Umar berkata lagi : “Pukul juga ayah bangsawan itu, demi Allah, putranya memukulmu karena jabatan ayahnya itu”. Amr bin ‘Ash kaget mendengar ucapan Umar, kemudian diapun berucap : “Wahai Amirul Mukminin, bukankah itu telah cukup”. Si pemuda Mesir ternyata juga sepertinya tidak tega kemudian berkata : “Wahai Amirullah mukminin, aku telah memukul orang yang memukulku”.  Wajah Umar memerah, dengan cepat ia menghampiri Amr dan berkata dengan nada marah :

متى استعبدتم الناس وقد ولدتهم امهاتهم احرارا؟

“Sejak kapan kamu memperbudak manusia, padahal mereka telah dilahirkan oleh ibu-ibu mereka dalam keadaan merdeka?”.

Perkataan Umar kepada Amr itu merupakan mutiara hikmah yang ditulis dengan tinta emas dalam sejarah umat manusia, yang kemudian dijadikan referensi dan rujukan bagi tokoh-tokoh negara-negara Barat tentang pentingnya “Kemerdekaan” bagi kehidupan manusia baik ketika sebagai individu atau ketika berbangsa dan bernegara. Bahkan mutiara hikmah itu menjadi inspirasi bagi penegakan hak-hak azasi manusia, di mana setiap orang memiliki hak kemerdekaan yang tidak boleh diganggu oleh siapapun, meskipun dewasa ini penerapan HAM sudah kebablasan, hingga seorang guru yang menjewer muridnya dalam rangka mendidik malah dianggap melanggar HAM.

Oleh karena itu, Sayyidina Umar bin Khotthob RA layak dan patut dianggap sebagai “Pencetus Ide Kemerdekaan Manusia” dan sebagai “Inspirator Penegakan Hak Hak Kemanusiaan”.

Disadur dari kitab kitab Al-Wilayah Alal-Buldan oleh Muhammad Danial Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here