Tuyul Jadi Korban Hoax

0
199
Oleh: K.H. Mohammad Danial Royyan

Ketua panitia pembangunan masjid mendatangi Kiai untuk melaporkan uang masjid yang hilang.

Panitia: “Kiai, uang masjid yang saya simpan di amplop hilang dicolong tuyul.”

Kiai: “Supaya uang masjid itu tidak hilang dicolong tuyul, bacakan ayat kursi tiga kali sebelum disimpan, atau tuliskan ayat kursi pada secarik kertas lalu masukkan ke dalam amplopnya!.”

Panitia: “Ya, Kiai.”

Seminggu berselang panitia pembangunan masjid itu datang kembali ke Kiai.

Pantitia: “Kiai, uangnya masih hilang padahal ijazah itu sudah saya amalkan.”

Kiai: “Aku curiga yang nyolong bukan tuyul. Gini saja, amplop itu diberi tulisan, ‘Ini uang milik masjid,’ supaya aman.”

Panitia: “Ya Kiai.”

Dua hari kemudian panitia pembangunan masjid itu datang ke Kiai.

Pantia: “Kiai, uangnya tetap saja hilang. Dan di amplop itu ada tulisan ‘Aku pinjam uang masjid, sampean yang nyarutang’. Perbuatan siapa ini, Kiai?.”

Kiai: “Dugaanku, yang nyolong duit masjid itu istrimu. Dan tudinganmu bahwa yang nyolong duit itu adalah tuyul, itu hoax. Tuyul yang jadi korban hoax“.

Panitia: “Maafkan saya Kiai!.”

Kiai: “Uang masjid harus kau kembalikan dan baca istighfar yang banyak!.”

Panitia: “InsyaAllah, Kiai!.”

Mendengar percakapan itu, tuyulpun berucap: “Dulu manusia bikin hoax karena saya yang mengajarinya. Sekarang manusia sudah kreatif hingga sayapun jadi korban hoax yang dibikin manusia.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here