TRAFFICKING WANITA DAN ANAK DI BAWAH UMUR

0
68

Latar Belakang Masalah

Pada era pasar bebas yang sedang berkembang seiring dengan perkembangan zaman modern, terjadi perdagangan wanita dan perdagangan anak di bawah umur (women trafficking dan child trafficking). Wanita dijual biasanya dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Pada umumnya mereka terjebak, karena tidak mengetahui sebelumnya dan karena dimingi-imingi suatu pekerjaan yang bergaji tinggi. Sedangkan anak di bawah umur biasanya dijual kepada orang asing dengan tujuan untuk diadopsi.

Pertanyaan :

  1. Bagaimanakah hukumnya percaloan dan penjualan wanita dan anak dibawah umur ?
  2. Bagaimanakah hukumnya mengadopsi anak menurut pandangan Islam ?

Jawaban :

  1. Percaloan dan penjualan wanita dan begitu juga percaloan dan perdagangan anak di bawah umur hukumnya tidak boleh.
  2. Mengadopsi anak menurut Islam hukumnya tidak boleh.

Catatan :

Pasal 99:

Anak yang sah adalah :

  1. Anak yang dilahirkan dalam atau akibat perkawinan yang sah.
  2. Hasil perbuatan suami isteri yang sah di luar rahim dan dilahirkan oleh isteri tersebut.

Pasal 100:

Anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya. (Kompilasi Hukum Islam di Indonesia Depag RI th. 2001, hlm 51)

Dasar Pengambilan Dalil :

  1. المهذب جزء 1 ص 261 :

         وأما ما فيه منفعة فلا يجوز بيع الحر منه لما روى ابو هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : “قال ربكم ثلاثة انا خصمهم يوم القيامة ومن كنت خصمه خصمته : رجل أعطى بى ثم غدر ورجل باع حرا فأكل ثمنه ورجل استأجر أجيرا فاستوفى منه ولم يوفه أجره”.

  1. Al-Muhadzdzab Juz 1 Hal 261 :

Adapun barang yang mengandung manfaat maka yang tidak boleh dijual adalah manusia yang merdeka, sesuai hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tuhan kamu berfirman : Tiga orang menjadi musuhku di hari kiamat dan barangsiapa yang menjadi musuhku, maka Aku pasti akan mengalahkannya: 1. Orang yang diberi sesuatu karena Aku lalu menipu, 2. Orang yang menjual manusia merdeka lalu memakan hasil penjualannya dan 3. Orang yang mempekerjakan buruh yang telah melaksanakan pekerjaannya tetapi dia belum memenuhi upahnya.

  1. مرقاة صعود التصديق في شرح سلم التوفيق ص 53 :

         (و) يحرم أيضا (بيع ما لا يدخل تحت الملك كالحر) والأرض الموات .

  1. Mirqatu Shu`udit Tashdiq Fi Syarhi Sullamit Taufiq hal 53 :

               Dan haram juga menjual barang yang tidak menjadi milik seperti manusia merdeka dan tanah yang yang tidak bertuan.

  1. اسعاد الرفيق جزء 2 ص 127 :

        (ومنها الإعانة على المعصية) اى على معصية من معاصى الله بقول او فعل او غيره ثم ان كانت المعصية كبيرة كانت الاعانة عليها كذلك كما فى الزواجر .

  1. Is`adur Rafiq Juz 2 hal 127 :

Di antara macam-macam maksiat adalah membantu salah satu bentuk kemaksiatan kepada Allah dengan ucapan, perbuatan atau yang lain. Kemudian jika maksiat itu termasuk dosa besar maka membantunya juga termasuk dosa besar, sebagaimana di dalam kitab Az-Zawajir.

  1. صحيح البخاري، رقم الحديث 6766 :

          عن سعد رضي الله عنه قال: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول: “من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام”.

  1. 4. Shahih Bukhari, nomor: 6766 :

Dari Sa`ad RA, berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa menganggap ayah orang lain sedangkan dia tahu bahwa orang lain itu bukan ayahnya maka syurga bagi dia menjadi haram.” 

  1. الفقه الإسلامي وأدلته جزء 10 ص 7248-7249 :

           وحرمت الشريعة نظام التبني وأبطلته بعد أن كان في الجاهلية وصدر الإسلام، وقد تبنى النبي صلى الله عليه وسلم زيد بن حارثة قبل النبوة وكان يدعى “زيد بن محمد” إلى أن نزل قوله تعالى: “وما جعل أدعياءكم أبناءكم ذلكم قولكم بأفواهكم والله يقول الحق وهو يهدي السبيل ادعوهم لآبائهم هو أقسط عند الله” –إلى أن قال: ومن تبنى لقيطا أو مجهول النسب دون أن يدعي أنه ولده لم يكن ولده حقيقة فلا يثبت التوارث بينهما ولا تجري عليه أحكام التحريم بالقرابة .

  1. Al-Fiqhul Islami Juz 10 hal 7248-7249 :

Syariat agama mengharamkan dan membatalkan sistem adopsi yang telah ada sejak jaman jahiliyah dan permulaan Islam. Nabi SAW telah mengadopsi Zaid bin Haritsah sebelum kenabian. Dan Zaid dipanggil “Zaid bin Muhammad” hingga turun firman Allah SWT :

“Dan Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anakmu. Demikian itu adalah ucapanmu dengan mulutmu. Allah mengatakan yang benar dan Dia menunjukkan jalan yang benar. Panggillah anak-anak (angkat) itu bagi ayah-ayah mereka. Demikian itu lebih adil.”

Syekh Wahbah berkata: barangsiapa mengadopsi anak hilang atau anak yang tidak diketahui nasabnya tanpa mengakui dia sebagai anaknya maka dia pada hakikatnya bukan anaknya, tidak ada hubungan waris antara keduanya dan tidak berlaku hukum kemahraman karena kedekatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here