TPQ dan MDT Ula Candiroto Wisuda 67 Santri

0
32

Kendal, pcnukendal.com – Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ula Futuhiyah Kelurahan Candiroto Kecamatan Kota Kendal menggelar acara haflah akhirussanah dan wisuda, Kamis (1/4) malam.

Sebanyak 67 santri yang terdiri 16 santri TPQ dan 51 santri MDT Ula diwisuda pada acara tersebut. Mereka adalah para santri yang telah menyelesaikan kelas akhir di TPQ maupun MDT Ula.

Kepala MDT Ula Futuhiyah, Kiai Sabari berharap para santri yang diwisuda dapat melanjutkan belajar ke jenjang berikutnya. Ia juga meminta para orang tua untuk selalu mendoakan dan mengawasi pergaulan putra-putrinya.

“Agar tak terjerumus ke pergaulan yang salah. Ini tanggung jawab kita bersama. Di lingkungan madrasah, putra-putri bapak dan ibu menjadi tanggung jawab para ustadz, ketika di rumah mereka menjadi tanggung jawab bapak dan ibu sekalian,” tutur Kiai Sabari.

Salah satu ustadz MDT Ula Futuhiyah, Kiai Aminudin Ashror mengungkapkan pada tahun ini madrasahnya merupakan madrasah dengan jumlah peserta Ujian Akhir Madrasah (UAM) terbanyak se-Kabupaten Kendal. Para santri juga tak hanya berasal dari Candiroto, namun juga berasal dari daerah sekitar seperti Trompo, Sukodono, Tridi Dempelerjo, Bulu Gede Patebon, bahkan dari Plantaran Kaliwungu Selatan.

“Para orang tua santri memilih menitipkan putra-putrinya di madrasah ini karena mereka memandang kualitas pendidikan di madrasah ini tergolong baik, dibuktikan dengan tingkat kelulusan 100% setiap tahunnya, beberapa prestasi juga sering diraih mulai tingkat kecamatan hingga tingkat provinsi. Selain itu, para pengajar di sini juga sangat mumpuni,” terang Kiai Aminudin Ashror yang mengajar kelas 6.

Acara juga diisi dengan pengajian umum dengan menghadirkan pengasuh pondok pesantren Alhamdulillah Desa Sukodono Kecamatan Kendal, Kiai Arifin Zain sebagai pembicara. Dalam mauidhoh hasanahnya, ia berpesan agar para orang tua memperhatikan pendidikan anak, terutama pendidikan agama.

“Di sini sudah ada TPQ, sudah ada marasah dengan para ustadz yang selalu semangat dalam mengajar. Masukkan anak-anak untuk belajar di sini, insyallah akan menjadi anak-anak yang berahlak, yang menghormati dan membanggakan orang tua,” tegas Kiai Arifin.

Ia melanjutkan, sebenarnya sangat tidak pantas putra-putri kita mendapatkan ilmu yang sedemikian hebat hanya dengan biaya yang sangat murah jika dibandingkan dengan sekolah formal.

“Oleh karena itu, berterimakasihlah kepada para ustadz yang ikhlas dalam berjuang mengajar putra-putri panjenengan,” pungkasnya. (Yusuf/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here