TINGGALKAN KELURGA UNTUK MENUNTUT ILMU

0
59

Pertanyaan:

Bolehkah seorang suami meninggalkan keluarganya demi menuntut ilmu selama 5 tahun tidak pernah pulang? (M. Andy Abdul Baqy)

 

Jawaban :

Yth Pak Andy

Menuntut ilmu wajib tetapi memperhatikan keluarga dengan bertanggung jawab atas nafkah sehari-hari juga wajib. Dalam Islam, tidak diperbolehkan melakukan kewajiban dengan cara melakukan maksiat atau dengan cara meninggalkan kewajiban yang lain. Jenis kewajiban seorang muslim itu banyak ragamnya, ada kewajiban ibadah kepada Allah, ada kewajiban mencari ilmu, ada kewajiban kepada keluarga dll. Dan kewajiban-kewajiban itu harus dikerjakan secara berimbang antara kesemuanya.

Sahabat Nabi bernama Salman Al-Farisi memberikan saran kepada sesama sahabat Nabi bernama Abi Dardak bahwa ada kewajiban kepada Allah, ada kewajiban kepada diri sendiri dan ada kewajiban kepada keluarga dan masing-masing kewajiban harus dilaksanakan. Setelah Abi Dardak datang kepada Nabi SAW dan melaporkan kejadian itu, Nabi membenarkan saran sahabat Salman.

Dengan demikian menuntut ilmu selama lima tahun tidak pernah pulang sehingga keluarga berantakan itu tidak diperbolehkan, karena termasuk melakukan kewajiban dengan meninggalkan kewajiban yang lain atau melakukan beragam kewajiban tanpa keseimbangan.

 

Dasar Pengambilan :

صحيح البخاري رقم 1968 :

        قال سلمان لأبي الدرداء إن لربك عليك حقا ولنفسك عليك حقا ولأهلك عليك حقا فأعط كل ذي حق حقه فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فذكر ذلك له فقال له النبي (ص) صدق سلمان

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here