TIDAK BENAR KANTOR PCNU KENDAL JADI AJANG REFLEKSI PKI : Bantahan Terhadap Tudingan Alfian Tanjung

4
216

Isi pidato ustad Alfian Tanjung di rekaman video yang telah dibagi di sosial media tentang adanya refleksi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang bertempat di kantor PCNU Kabupaten Kendal adalah TIDAK BENAR dan FITNAH yang menjatuhkan nama baik NU sebagai ormas terbesar di Indonesia.
Ada pertemuan anak-anak muda pada waktu itu yang meminjam tempat di kantor PC Muslimat Kendal belakang gedung PCNU Kendal. Sesudah pertemuan itu, ada berita tentang adanya pertemuan yang oleh sebagian pihak diindikasikan berbau PKI, kemudian saya sebagai ketua PCNU Kendal memanggil mereka untuk mengklarifikasi. Mereka datang ke rumah saya dan menjelaskan bahwa pertemuan itu tidak membahas PKI atau hal-hal yang terkait dengannya.
Salah satu peserta pertemuan itu Saudara Misbahul Munir yang sekarang menjabat sekretaris PC Gerakan Pemuda Ansor. Dia menjelaskan kronologi pertemuan itu sebagai berikut :

(Berawal dari gagasan  komunitas kebudayaan kendal untuk mengadakan kegiatan dengan tema “kebangkitan seni budaya”. Maka berhimpunlah para komunitas kesenian, diantaranya :
1. A. Murtadho dari Forum Kantung Budaya Kendal (FKBK).
2. Kelana Siwi dari Lembaga Sastra Rakyat, yang menjadi ketua panitia.
3. Misbahul Munir dari Lesbumi NU dan lain sebagainya.
Untuk menyusun acara seminar, maka pada bulan Mei 2015 bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disepakati bahwa kegiatan itu dikemas dalam bentuk seminar, dengan menghadirkan dua narasumber yaitu:
1. Yunanto Adhi : jurnalis (wartawan) Suara Merdeka
2. Mardiono : Intelektual muda Kendal (Kaliwungu)
Yang bertindak sebagai moderator adalah Misbahul Munir dari Lesbumi NU Kendal.
Dalam seminar tersebut, narasumber banyak bercerita tentang sejarah perjuangan nasional, mulai dari lahirnya Boedi Utomo, Muhammadiyah, NU, Sumpah Pemuda, penjajahan Jepang, pemberontakan 30 September, orde baru, reformasi sampai pada kondisi saat ini. Semua dibahas tidak lain dan tidak bukan karena memang Indonesia memiliki perjalanan sejarah demikian.
Kegiatan yang digelar di Aula gedung Muslimat NU berjalan khidmat dari pukul 10.00 sd 13.00 WIB.
Seminggu setelah kegiatan berjalan muncul informasi kalau kegiatan tersebut disinyalir sebagai seminar kebangkitan PKI di Kendal. Sinyalemen itu diprakarsai oleh ormas Pemuda Pancasila yang kemudian melapor ke Polres Kendal.
Padahal sebelumnya panitia juga mempublikasikan kegiatan tsb di media sosial. Karena kegiatan terbuka untuk umum supaya bisa diikuti oleh khalayak.
Niat awal teman teman mengadakan seminar adalah untuk memotivasi generasi muda khususnya untuk selalu mereview sejarah demi kebangkitan Indonesia dimasa datang. Tuduhan “seminar kebangkitan PKI” yang disematkan pada acara tersebut sangatlah keliru, karena mayoritas penyelenggara adalah kader dan aktifis NU yang selalu berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaah yang dalam beraktualisasi sosiologinya selalu menggunakan konsep tasamuh, tawazun dan tawasuth)

Demikian pelurusan masalah dan sekaligus bantahan  terhadap pidato Alfian Tanjung yang provokatif itu, semoga dapat bermanfaat. Amiin.

Muhammad Danial Royyan

4 KOMENTAR

  1. Issue Provokatif untuk menghajar NU tak henti hentinya dilakukan. Supaya masyarakat kian menjauh dari jam’iyah ahlussunah wal jama’ah ini, upaya ketidakpercayaan kepada petinggi dan tokoh NU selalu dikampanyekan oleh para pihak untuk memecah-belah NU

  2. mohon untuk mengawasi kegiatan MTA di kendal soalnya kemarin ada yg ikut pengajian disana langsung menyesat-sesatkan amaliyah NU

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here