Tentang Shalawat

0
230
Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Sering kita lihat di berbagai tempat dan media yang menyebutkan pentingnya bershalawat pada Nabi Muhammad SAW. Hal itu bukanlah hal baru bagi kaum santri. Sebab, bershalawat itu merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Terkait perintah itu, tentu didasari ayat Alquran dan juga banyak hadits. Karena perintah Allah dan Rasul-Nya itulah maka setiap hamba Allah dan umat Rasulullah harus melaksanakannya.

Saking semangatnya melaksanakan perintah tersebut, maka bershalawat itu pun diekspresikan orang dengan beragam cara. Misalnya dengan membaca dan menyenandungkan beragam jenis shalawat dan ada juga yang berbentuk tulisan semboyan atau motto hidup.

Kita sering melihat di mobil tertulis kalimat shalawat dengan tulisan Arab. Ada juga yang bertuliskan huruf latin dengan bunyi “utamakan sholawat” atau “utamakan sholawatan” untuk menggantikan motto kepolisian yang sering kita jumpai dengan tulisan “utamakan selamat” atau “utamakan keselamatan”.

Ekspresi demikian bukan sesuatu yang aneh atau berlebihan. Namun, hal itu merupakan ekspresi cinta dan ketaatan orang pada Allah dan Rasulnya. Di samping, memang shalawat Nabi harus selalu diucapkan dalam beribadah sholat, berdoa, khotbah, dan sebagainya.

Ekspresi cinta dengan bershalawat itu bagi orang awam dan orang khusus itu bisa berbeda-beda. Orang awam mengekspresikan shalawat dengan beragam membaca dan mendendangkan shalawatan, bahkan sering disertai dengan gerakan tertentu. Adapun orang-orang khusus, shalawat itu dijadikan sebagai amalan dzikir. Mereka sering mengamalkan shalawat harian dengan jumlah yang berbeda. Ada yang satu kali setiap pagi dan atau sore. Ada yang sepuluh kali, bahkan ada pula yang seratus kali setiap hari. Sebab, perintah dzikir itu bukan satu atau dua tetapi dzikron katsiro (dzikir yang banyak).

Terkait dengan amalan keutamaan shalawat yang dijadikan amalan ummat Rasulullah secara khusus dapat diĺihat dalam hadits yang diriwayatkan sahabat Anas dalam kitab Hayatul Qulub yang juga dinukil dalam kitab Durratun Nasihin. Disebutkan dalam kitab itu bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bershalawat kepadaku dengan satu kali shalawat, maka Allah akan memberi rahmat padanya 10; barang siapa yang bershalawat 10 kali maka Allah akan memberi rahmat padanya 100; dan barangsiapa yang membaca shalawat 100 kali, maka Allah akan mencatat di antara kedua matanya dengan dengan dua pembebasan: bebas dari sifat munafik dan bebas dari api neraka. Dan Allah akan menempatkan orang itu pada hari kiamat bersama syuhada‘ (orang-orang yang mati syahid).

So, karena shalawat itu fadhilah-nya luar biasa, maka kalau kita lihat ekspresi umat Rasul itu beragam dan berbeda baik teks maupun caranya, hal itu sangat wajar. Tak perlu diperdebatkan sebab ekspresi cinta hamba pada Allah dan Rasul-Nya itu berbeda-beda metodenya.

اللهم صل على سيدنا ومولنا محمد

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here