TENTANG NU

Logo Resmi NU

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA NAHDLATUL ULAMA

BAB V PERANGKAT ORGANISASI

Pasal 16

Perangkat  organisasi  Nahdlatul  Ulama  terdiri dari:

(1)  Lembaga.

(2)  Badan Otonom.

(3)  Badan Khusus.

Pasal 17

(1) Lembaga adalah perangkat departementasi organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama berkaitan      dengan    kelompok    masyarakat tertentu    dan/atau      yang      memerlukan penanganan khusus.

(2) Ketua   Lembaga   ditunjuk   langsung   dan bertanggung          jawab     kepada     pengurus Nahdlatul Ulama sesuai dengan tingkatannya.

(3) Ketua    Lembaga    dapat    diangkat    untuk maksimal 2 (dua) kali masa jabatan.

(4) Pembentukan  dan  penghapusan  Lembaga ditetapkan melalui Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah pada masing-masing tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama.

(5) Pembentukan Lembaga di tingkat Wilayah, Cabang dan Cabang Istimewa, disesuaikan dengan kebutuhan penanganan program.

(6) Lembaga meliputi :

Lembaga Dakwah Nahdlatul  Ulama disingkat LDNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan       agama     Islam     yang menganut      faham    Ahlussunnah    wal Jama’ah.

  1. Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama disingkat LP Maarif NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dibidang pendidikan dan pengajaran formal.
  2. Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama disingkat RMINU,     bertugas melaksanakan         kebijakan      Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.
  3. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama disingkat LPNU bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan ekonomi warga Nahdlatul Ulama.
  4. Lembaga Pengembangan     Pertanian Nahdlatul Ulama disingkat LPPNU, ber- tugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pengelolaan pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup.
  5. Lembaga Kemaslahatan     Keluarga Nahdlatul Ulama disingkat LKKNU, ber- tugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang kesejahteraan keluarga, sosial dan kependudukan.
  6. Lembaga Kajian dan  Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama disingkat LAKPESDAM NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengkajian dan pengembangan sumber daya manusia.
  7. Lembaga  Penyuluhan    dan    Bantuan Hukum    Nahdlatul    Ulama    disingkat LPBHNU, bertugas melaksanakan pen- dampingan, penyuluhan, konsultasi, dan kajian kebijakan hukum.
  8. Lembaga Seni    Budaya    Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama disingkat LESBUMI NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan seni dan budaya.
  9. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama disingkat LAZISNU, bertugas  menghimpun      zakat      dan shadaqah serta mentasharufkan zakat ke- pada mustahiqnya.
  10. Lembaga Wakaf     dan     Pertanahan Nahdlatul       Ulama   disingkat   LWPNU, bertugas mengurus tanah dan bangunan serta harta benda wakaf lainnya milik Nahdlatul Ulama.
  11. Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama disingkat LBMNU, bertugas membahas masalah-masalah maudlu’iyyah (tematik) dan waqi’iyyah (aktual) yang akan menjadi Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
  12. Lembaga Ta’mir     Masjid     Nahdlatul Ulama      disingkat    LTMNU,    bertugas melaksanakan  kebijakan  Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemberdayaan masjid.
  13. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama disingkat LKNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang kesehatan.
  14. Lembaga Falakiyah Nahdlatul  Ulama disingkat       LFNU,   bertugas   mengelola masalah ru’yah, hisab dan pengembangan iImu falak.
  15. Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama disingkat  LTNNU,     bertugas mengembangkan               penulisan,      pener- jemahan    dan    penerbitan    kitab/buku serta media informasi menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah.
  16. Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama disingkat  LPTNU,     bertugas mengembangkan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.
  17. Lembaga      Penanggulangan      Bencanadan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama disingkat LPBI NU, bertugas melak- sanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dalam pencegahan dan penanggulangan bencana serta eksplorasi kelautan.

Pasal 18

(1) Badan Otonom adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi melak- sanakan kebijakan Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan    kelompok    masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.

(2) Pembentukan     dan     pembubaran     Badan Otonom diusulkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ditetapkan dalam Konferensi Besar dan dikukuhkan dalam Muktamar.

(3) Badan Otonom berkewajiban menyesuaikan dengan akidah, asas dan tujuan Nahdlatul Ulama.

(4) Badan  Otonom  harus  memberikan  laporan perkembangan setiap tahun kepada Nahdlatul Ulama di semua tingkatan.

(5) Badan     Otonom     dikelompokkan     dalam kategori  Badan  Otonom  berbasis  usia  dan kelompok masyarakat tertentu, dan Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya.

(6) Jenis   Badan   Otonom   berbasis   usia   dan kelompok masyarakat tertentu adalah:

  1. Muslimat Nahdlatul Ulama disingkat Muslimat NU untuk anggota perempuan Nahdlatul Ulama.
  2. Fatayat Nahdlatul   Ulama   disingkat Fatayat NU untuk anggota perempuan muda Nahdlatul Ulama berusia maksimal 40 (empat puluh) tahun.
  3. Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama disingkat GP Ansor  NU  untuk  anggota laki-laki muda Nahdlatul Ulama yang maksimal 40 (empat puluh) tahun.
  4. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia disingkat PMII  untuk      mahasiswa Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 30 (tiga puluh) tahun.
  5. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama disingkat IPNU untuk pelajar dan santri laki-laki Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun.
  6. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU  untuk   pelajar   dan santri perempuan Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun.

(7) Badan   Otonom   berbasis   profesi   dan   ke- khususan lainnya:

  1. Jam’iyyah Ahli  Thariqah  al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah disingkat JATMAN untuk anggota          Nahdlatul    Ulama    pengamal tharekat yang mu’tabar.
  2. Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh disingkat JQH untuk anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi Qori/Qoriah dan Hafizh/ Hafizhah.
  3. Ikatan Sarjana Nahdlalul Ulama disingkat ISNU adalah Badan Otonom yang ber- fungsi membantu melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada kelompok sarjana dan kaum intelektual.
  4. Serikat Buruh    Muslimin    Indonesia disingkat SARBUMUSI untuk anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi sebagai buruh/karyawan/tenaga kerja.
  5. Pagar Nusa untuk anggota Nahdlatul Ulama yang bergerak pada pengembangan seni bela diri.
  6. Persatuan Guru   Nahdlatul   Ulama disingkat          PERGUNU    untuk    anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi sebagai guru dan/atau ustadz.
  7. Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama untuk anggota Nahdlatul Ulama yang berprofesi sebagai nelayan.
  8. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama disingkat    ISHARINU    untuk anggota Nahdlatul Ulama yang bergerak dalam pengembangan seni hadrah dan shalawat.

(8) Ketentuan  mengenai  perangkat  Organisasi yang belum diatur, akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi.

Pasal 19

(1) Badan  khusus  adalah  perangkat  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang me- miliki struktur secara nasional berfungsi dalam   pengelolaan,   penyelenggaraan   dan pengembangan kebijakan Nahdlatul Ulama berkaitan dengan bidang tertentu

(2) Ketua Badan khusus ditunjuk langsung dan bertanggung jawab kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

(3) Ketua Badan Khusus dapat diangkat untuk maksimal 2 (dua) kali masa khidmat

(4) Pembentukan    dan    penghapusan    badan khusus ditetapkan melalui rapat harian syuriah dan tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

(5) Pembentukan   Badan   khusus   di   tingkat Wilayah diusulkan oleh Pengurus Wilayah, dan disahkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

(6) Pembentukan   Badan   Khusus   di   tingkat cabang  diusulkan  oleh  Pengurus  Cabang dan disahkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

(7) Ketentuan   lebih   lanjut   berkaitan   dengan Badan Khusus akan diatur dalam Peraturan organisasi

Pasal 20

Pengurus Nahdlatul Ulama berkewajiban mem- bina, mengayomi dan dapat mengambil tindakan organisatoris terhadap Lembaga, Badan Khusus dan Badan Otonom pada tingkat masing-masing.