Tentang Khouf dan Roja’

0
88
Oleh : KH Moh. Muzakka Mussaif

Sebelum kita bahas apa itu khouf dan roja’ di sini, perlu kiranya kita pahami ayat Alquran dalam surat Alhijr berikut ini

نبئ عبادى انى اناالغفور الرحيم وان عذابى هو العذاب الاليم

Ayat itu menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw diperintah oleh Allah Swt untuk menegaskan bahwa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Namun di sisi lain, Nabi diperintah Allah untuk menegaskan pula bahwa sesungguhnya azab Allah itu sangat pedih.

Mencermati ayat itu pula kita dapat menangkap pelajaran bahwa Allah itu sangat sayang pada hamba-Nya karena sifat pengampun ini didahulukan dan lebih ditonjolkan dari sifat mengancam. Dari ayat itu mengindikasikan bahwa Allah bersifat ghufron warrahmah (pengampun dan penyayang) dan tidak bersifat takdziib (dzat pemberi adzab).

Dengan ayat itu Allah mengajarkan dan memerintahkan hamba-Nya agar berhati-hati dalam berbuat sehingga ketika hamba berbuat salah diperintah untuk segera bertaubat.

Jadi, di sini kalau kemudian Allah mengancam dengan azab yang pedih itu hanya sekadar mengingatkan jika hamba berbuat dosa segeralah untuk bertaubat. Sebab, jika ia tidak segera mohon ampun pada Allah, maka hamba itu akan dikenai azab Allah yang sangat pedih.

Terkait hal itu Rasulullah Saw dalam haditsnya menyampaikan, “Jika orang mukmin mengetahui apa yang ada di sisi Allah itu banyak siksaan maka seseorang mukmin tidak berani mengharap surga Allah. Sebab, sabda ini menunjukkan banyaknya dan pedihnya siksaan Allah. Di sinilah perlunya orang mukmin berhati-hati dalam berbuat dan bertindak agar tidak tertipu pada rahmat Allah Swt semata-mata.

Di sisi lain Rasulullah juga bersabda, seandainya orang kafir tahu bahwa di sisi Allah itu ada rahmat maka tak seorang pun mereka putus berharap untuk bisa tinggal di surga Allah. Sebab orang-orang kafir yang berbuat dosa bertahun-tahun jika mereka bertaubat akan mendapatkan ampunan karena Allah Maha Pengampun.

Di sinilah kita sebagai hamba yang beriman wajib hukumnya untuk takut pada Allah (Khouf) sekaligus mengharap ampunan dan kasih sayang Allah (roja‘). Sebab keduanya akan menjadi pengharapan hamba pada Allah sehingga kita merasa aman dari ketakutan akan siksaan Allah.

Jadi, khouf dan roja‘ itu bagi mukmin tidak boleh dipisahkan satu dengan lainnya. Sebab, keduanya bagi mukmin ibarat dua sayap untuk mengharapkan rahmat dan kasih sayang Allah.

Wallahu a’lam.

Ngaji bareng Kitab Durrotun Naasihin di Masjid Baitun Nikmah GPM Kendal 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here