TASARUF ZAKAT

0
83

Konsultasi Agama

A. Pertanyaan :
Dari Sdr Syaikhul Huda
Assalamu alaikum wr,wb
Nderek tanglet Abah Yai..
Diantara musthiq zakat ada Ibnu sabil,
1. Apakah kriteria ibnu sabil untuk kondisi saat ini?
2. Apakah anak yg lagi mondok di pesantren bisa dikatakan ibnu sabil?. Sedang mereka masih dalam tanggungan orang tua.
3. Apakah boleh memberikan hasil sebagian zakat fitrah untuk pembangunan masjid/madrasah dengan alasan yang diberikan itu hak/bagian mustahiq tertentu misal ghorim, karena tidak ada mustahiq maka diberikan kepada masjid/madrasah
Matur suwun. Wassalamu alaikum wr,wb

B. Jawaban :
1. Ibnu sabil adalah seseorang yang melakukan perjalanan (musafir) yang tidak memiliki kemampuan untuk kembali ke negerinya, dan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju negerinya maka diberi kepadanya sesuai kebutuhan yang dapat mengembalikannya ke negerinya.

2. Santri yang mondok tidak termasuk ibnu sabil atau musafir, tetapi termasuk orang mukim bukan pribumi (مقيم غير مستوطن), maka kalau akan diberi zakat supaya dimasukkan golongan masakin, bukan golongan ibnu sabil.

3. Menurut jumhur (mayoritas) ulama, tidak boleh mentasarufkan zakat untuk pembangunan masjid atau kemaslahatan yang lain, dan menganggapnya sebagai “sabilillah”. Tetapi menurut Imam Ibnu Qaffal, pembangunan masjid atau kemaslahatan yang lain bisa masuk katagori “sabilillah”, sehingga boleh mentasarufkan zakat untuk pembangunan masjid atau kemaslahatan lain. Pendapat Ibnu Qaffal ini didukung oleh Syekh Wahbah Zahaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami.

C. Referensi :

 فلهذا المعنى نقل القفال في تفسيره، عن بعض الفقهاء: أنهم أجازوا صرف الصدقات إلى جميع وجوه الخير من تكفين الموتى وبناء الحصون وعمارة المساجد؛ لأن قوله: وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ عام في الكل. اهـ

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here