SYARAT ZAKAT FITHRAH DAN HUKUM MEMBAYARNYA DENGAN UANG

0
124

I. PERTANYAAN
Dari Ibu Rihaniyah Cepiring,
Apa saja syarat wajib membayar zakat fithrah dan apakah boleh membayarnya dengan uang ?

II. JAWABAN

A. SYARAT WAJIB ZAKAT FITHRAH

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang lima. Oleh karena itu, zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap orang mukmin bila telah memenuhi syarat-syarat yang disepakati oleh mazhab empat, sebagai berikut :

1. Islam
Harta yang dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah milik orang Islam,  tidak wajib zakat bagi orang kafir

2. Merdeka
Orang yang mengeluarkan zakat fitrah adalah orang merdeka, tidak wajib terhadap budak atau hamba sahaya.

3. Adanya kelebihan makanan bagi muzakki dan orang yang wajib dinafkahinya.

B. MEMBAYAR ZAKAT FITHRAH DENGAN UANG

1. Dalam mazhab Syafi’ie, zakat fitrah wajib dikeluarkan dengan menggunakan qut (makanan pokok yang mengenyangkan), akan tetapi ulama mazhab Syafi’i berbeda pendapat tentang qut yang digunakan dalam menunaikan zakat fitrah. Ada yang berpendapat qut yang digunakan adalah qut balad yaitu makanan pokok yang dikonsumsi oleh suatu daerah, sekalipun muzakki (penunai zakat fitrah) tidak mengkonsumsinya. Ada juga yang berpendapat bahwa qut yang digunakan adalah qut dirinya yaitu makanan pokok yang ia konsumsi oleh muzakki walaupun daerah tersebut mengkonsumsi jenis makanan yang lain. Ada juga yang berpendapat boleh kedua-duanya. Semua ulama madzhab berpendapat bahwa tidak boleh membayar zakat fithrah dengan uang.

2. Namun ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa jenis makanan yang dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah hinthoh (gandum), syair (padi belanda), tamar (kurma), zabib (anggur), beliau juga berpendapat boleh pula mengeluarkan daqiq hinthoh ( gandum yang sudah menjadi tepung) dan saweq (adonan tepung) Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda :

ادوا قبل الخروج زكاة القطر فان علي كل مسلم مدا من قمح او دقيق

Artinya: “Tunaikanlah zakat fitrah sebelum kamu keluar untuk shalat ied, maka wajib atas setiap orang merdeka mengeluarkan dua mud gandum dan daqiq (tepung dari gandum)”.

Di samping itu, ulama madzhab Hanafi juga berpendapat boleh pula mengeluarkan zakat fithrah dengan cara menghargakan makanan yang disebutkan di atas dengan menggunakan uang atau barang-barang yang lain yang dikehendakinya, bahkan mereka berpendapat mengeluarkan uang lebih baik dari pada menggunakan qut (makanan pokok yang dapat disimpan dan tahan lama) dikarenakan uang lebih banyak manfaatnya dan bisa digunakan untuk kebutuhan yang diinginkan oleh fakir miskin.

Rasulullah s.a.w. bersabda :

اغنوهم عن المسألة فى مثل هذا اليوم

Artinya : “Perkayakanlah orang-orang miskin dari meminta-minta pada hari ini”. (Baihaqi, Sunan Kubra, Mesir: Maktabah Baitu Muslim as-Syamilah, 2000, jilid IV, hal.175. )

C. KESIMPULAN.
1. Membayar fitrah dengan uang tidak dibolehkan (tidak sah) dalam Mazhab Syafi’ie.
2. Boleh membayar dengan uang menurut mazhab hanafi, tapi yang dihargakan bukan harga beras, melainkan harga hinthoh (gandum), syair (padi belanda), tamar (kurma), zabib (anggur).
Wallahu A’lam Bi as-Shawab.
M.D. Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here