SYAIKH SARI AS-SAQATHY

0
10

Dia adalah guru sufi di Bagdad yang hidup antara tahun 155 H – 253 H. Punya murid yang sangat terkenal bernama Syaikh Junaid Al-Bagdadi, yaitu guru silsilah semua thariqah muktabarah an-nahdliyah. Semua penganut thariqah harus kenal dengan Syaikh Junaid.

Suatu hari Syaikh Sari kedapatan oleh muridnya sedang menangis sesenggukan. Murid bertanya: “Kenapa Syaikh menangis?”. Syaikh: “Sudah duapuluh tahun aku menangisi dosaku ini”. Murid: “Dosa apa itu Syaikh?”. Syaikh: “Dulu duapuluh yang lalu, aku pulang dari ibadah haji. Salah satu muridku memapakku di tengah perjalanan pulang dan membawa kabar bahwa desaku kena musibah kebakaran dan seluruh rumah di desa ludes karena kebakaran. Ketika muridku menyampaikan bahwa ada satu rumah yang tidak terbakar yaitu rumahku, aku mengucapkan Alhamdulillah. Ucapan Alhamdulilla yang spontan itu aku anggap sebagai dosa yang harus aku tangisi, karena aku mementingkan diriku sendiri, tanpa mempedulikan musibah yang menimpa banyak orang”.

Akhirnya muridnyapun juga menangis. Betapa besar perhatian Syaikh Sari kepada kepentingan umum, sampai sedikit egoisme dianggapnya sebagai dosa besar yang harus ditangisi. Sementara sekarang ini membela egoisme sudah dianggap sebagai amal kebaikan yang memperoleh pahala. MasyaALLOOH..!!! (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here