SMK NU 01 Kendal Kuatkan Aqidah Aswaja Guru

0
93

Kendal, pcnukendal.com – Aqidah ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) an nahdliyah harus diamalkan oleh seluruh warga nahdliyin tak terkecuali para pendidik pada lembaga pendidikan di bawah naungan NU. Hal ini menjadi maksud Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU 01 Kendal melaksanakan kegiatan Penguatan Aswaja untuk para pendidik dan tenaga pendidikan di sekolah tersebut, Senin (19/10).

“Bapak, Ibu guru dan karyawan harus menguasai 4 syarat menjadi warga NU, sehingga dapat menjadi teladan bagi siswa-siswinya. Empat syarat tersebut yaitu amaliyah, fikrah, harakah dan ghirah. Dengan memberikan keteladanan, kita dapat bersama-sama meningkatkan karakter siswa sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW,” terang Mokh. Izudin, Kepala SMK NU 01 Kendal saat membuka kegiatan tersebut.

Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan Al Hidayah Sunari Sufyan dan Ketua PC LP Ma’arif NU Kendal Ibnu Darmawan. Selaku Ketua Yayasan Al Hidayah, Sunari Sufyan meminta peserta kegiatan mengosongkan ego dan keahlian yang dimiliki agar dapat menerima materi kegiatan penguatan Aswaja dengan sepenuh hati. “Ibarat botol berisi air penuh dikosongkan dulu agar bisa diisi lagi dengan air yang lebih jernih,” tandasnya.

Sementara Ketua PC LP Ma’arif NU Kendal Ibnu Darmawan meminta agar peserta kegiatan memiliki ghirah yang tinggi dalam mengikuti kegiatan sampai selesai. “Peserta perlu membuat yel yel, semangat harus tinggi dalam menuntut ilmu sehingga pada akhirnya kegiatan ini dapat menambah citra baik untuk SMK NU 01 Kendal,” pinta Ibnu Darmawan yang juga menjadi pengawas sekolah.

Beberapa narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini. Diantaranya Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kendal Ali Martin dan Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kendal Khafidin.

Ketua PC Lakpesdam NU Kendal Ali Martin dalam pemaparannya menguraikan sejarah terpecahnya umat Islam pasca meninggalnya Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut umat Islam terpecah menjadi 73 golongan dan hanya 1 golongan yang akan selamat.

“Golongan yang selamat itu adalah yang mengikuti sunnahku (Rasulullah), yaitu ahlussunnah wal jamaah. Nah, masalahnya  banyak sekali yang mengaku sebagai golongan Aswaja, lantas kita termasuk golongan yang mana?” tanya Ali Martin.

Insya Allah, lanjut  Ali Martin kita termasuk golongan yang selamat. Karena ulama NU yang kita ikuti memiliki nasab keilmuan yang jelas dan sampai pada Rasulullah SAW. Para ulama juga sepakat menambahkan identitas khas Aswaja NU dengan nama ahlussunah wal jamaah an nahdliyah.

Narasumber yang lain, Ketua PC LPBI NU Kendal Khafidin membagi peserta dalam beberapa kelompok badan otonom NU berdasarkan usia, yakni Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan IPPNU. Masing-masing kelompok dipimpin pemateri untuk berdiskusi mengenai amalan NU dan materi Ke NU an sesuai dengan tingkatannya.

“Usai diskusi, peserta akan saya beri tugas sebagai bukti kesungguhan mengikuti latihan dan bagi peserta yang paling aktif akan mendapat reward berupa tas, alat tulis, dan sejumlah uang tunai,” terang Khafidin. (Arif/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here