SIAPA PENULIS SENANDUNG KALÀMUN QODIMUN?

0
695

Kiai Hasan Hanbali dari Limbangan yang sering memberi titel “wong gunung” kepada dirinya sendiri akhir-akhir ini gemar menulis puisi yang kemudian oleh Fahroji dimuat di website pcnukendal.id, salah satu media PCNU Kendal. Penulis puisi biasanya dipengaruhi oleh syair atau puisi yang dibacanya. Dia sangat mengagumi senandung syair yang biasanya dibaca setelah mengkhatamkan al-Qur’an, yang berbunyi sebagai berikut :

گلام قديم لا يمل سماعه

Kalâmun qodîmu lâ yumallu samâ’uhu

AlQuran adalah kalamullah yang qadim yang tidak ada kebosanan untuk mendengarkannya

تنزه عن قول وفعل ونية

Tanazzaha ‘an qoulin wa fi’lin wa niyyati

Yang tersucikan dari ucapan, perbuatan dan kehendak

به أشتفی من کل داء ونوره

Bihi asytafî min kulli dâ-in wa nûruhu

Dengan Al quran dan cahayanya itu aku minta kesembuhan dari segala penyakit

دليل لقلبی عند جهلی وحيرتی

Dalîlun liqolbî ‘inda jahlî wa hairotî
Ia menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohanku dan kebingunganku

فيا رب متعنی بسر حروفه

Fayâ robbi matti’nî bisirri hurûfihi
Wahai Tuhanku, anugrahilah aku dengan rahasia dalam huruf-huruf Alquran

ونور به قلبی وسمعی ومقلتی

Wa nawwir bihi qolbî wa sam’î wa muqlatî
Dan berilah cahaya dihatiku, pendengaranku dan mataku berkat Alquran

ويارب يافتاح إفتح قلوبنا

Wa yâ robbi yâ fattâh iftah qulûbanâ
Tuhanku yang Maha pembuka, bukakanlah hati kami

وفهم به قلبی علوم الشريعة

Wa fahhim bihi qolbî ‘ulûmasy-syarî’ati
dan fahamkanlah hati ini akan ilmu-ilmu syariat berkat al-Qur’an

وصل وسلم يا إلهی لمنذر

Wa sholli wa sallim yâ ilâhî limundziri
Berilah sholawat serta salam ya Tuhanku kepada penyeru (Nabi Muhammad saw)

عدد حروف بالقرآن والسورة

‘Adada hurûfin bil qur-âni was-sûroti
sebanyak huruf-huruf Alquran dan surat~surat.

Kemudian dia bertanya kepada saya, siapa yang menciptakan senandung tersebut dan kenapa populer di kalangan muslimin Indonesia?.

Kemudian saya memberikan jawaban kepadanya, bahwa senandung itu ditulis oleh Sayyid Nuruddin Ali bin Muhammad bin Ali bin Abdirrohman bin Iroq al-Kinàni, yang populer dengan panggilan Ibn Iroq Al- Kinàni, yang lahir pada tahun 907 H dan wafat pada tahun 963 H. Sejarawan Al-Zarkali menerangkan bahwa Ibn Iroq Al-Kinani adalah orang àlim di bidang fiqih, tasawuf, hadits dan sebagai kritikus sastra. Dia sangat produktif dalam menulis kitab dan syair-syair. Salah satu karya besarnya adalah Senandung Kalamun Qodimun tersebut.

Al-Kinani itu punya silsilah keilmuan sufi yang bersambung kepada Sayyid Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli, penulis kitab kumpulan sholawat yang berjudul “Dalailul Khoirot”, kitab yang sangat populer di kalangan kiai dan santri NU.

Al-Jazuli dan Al-Kinani itu penganut madzhab Maliki dalam fiqih dan madzhab Asy’ari dalam ilmu kalam. Keduanya juga penganut Thoriqoh Syadziliyah, yaitu thoriqoh yang didirikan oleh Syekh Abul Hasan Syadzili, thoriqoh yang berkembang pesat di Indonesia. As-Syadzili mempunyai murid Syekh Abul Abbas Al-Mursi. Al- Mursi mempunyai murid Ibn Athoillah As-Sakandari penulis kitab Al-Hikam yang kesohor itu. Kesinambungan Al-Kinani dengan para masyayikh itulah yang menyebabkan senandung Kalamun Qodimun menjadi populer di kalangan muslimin ahlussunnah di Indonesia.

(Muhammad Danial Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here