Siap Ikuti POSP, Fatayat Ngampel Adakan Pelatihan Paduan Suara

0
21

Ngampel, pcnukendal.com – Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Ngampel mengadakan Pelatihan Paduan Suara Mars Fatayat dan Sholawat Nahdliyah, Kamis (7/11) di gedung NU Ngampel.

Pelatihan diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan dari tiap-tiap ranting. Setiap ranting diwakili 2 orang peserta.

Ketua PAC Fatayat NU Ngampel, Safarotun dalam sambutannya menyampaikan bahwa menyanyi memerlukan teknik yang baik, tidak asal-asalan. Sehingga suara yang dihasilkan terdengar merdu.

Menurutnya, pelatihan itu dilakukan dalam rangka menyambut Pekan Olah Raga dan Seni Perempuan (POSP) yang akan dilaksanakan oleh PC Fatayat NU Kendal pada Desember mendatang.

“Maka kami siapkan agar PAC Fatayat Ngampel bisa berkompetisi dengan hasil maksimal dimulai dari memberi bekal kepada pimpinan ranting,” ungkapnya. 

Dalam pelatihan tersebut, dihadirkan pelatih berpengalaman dibidang tarik suara yakni Titik Ulfah. Dalam pemaparannya, Titik menjelaskan beberapa teknik bernyanyi. Menurutnya, saat bernyanyi sumber tenaga yang berfungsi untuk menggetarkan vibrator adalah udara. Udara tersebut dihirup dan dikeluarkan dengan teknik pernafasan diafragma, bukan dada, bahu maupun perut.

“Vokal pada  instrumen musik pada umumnya memiliki empat elemen pokok penghasil bunyi, yaitu paru-paru sebagai sumber tenaga, larink sebagai penggetar, farink sebagai ruang pemantul tenggorokan, rongga mulut dan rongga hidung sebagai ruang resonator,” terang Titik.

Selain bernyanyi, peserta juga dilatih menjadi dirigen. Titik menjelaskan lebih lanjut bagaimana menjadi dirigen yang benar. Sikap dirigen merupakan gabungan dari sikap tangan, tubuh dan juga ekspresi wajah. Dirigen harus memaksa penyanyi (paduan suara) memperhatikan dirinya terutama gerakan tangannya.

“Sikap tubuh harus dalam posisi siap dan waspada, tidak terlalu kendor atau tegang. Selalu dalam keadaan waspada dan siap. Ekspresi wajah memberikan petunjuk kepada penyanyi apa yang diharapkan dari mereka. Seorang dirigen menggunakan kedua matanya untuk memelihara kontak dengan setiap penyanyi, sekaligus memegang kendali,” jelasnya.

Dirigen, imbuhnya, pada dasarnya memberi pengarahan pada penyanyi sebelum penyanyi menyanyikannya, sehingga apa yang dilakukan koor sesuai dengan yang dikehendaki dirigen.

Tidak hanya teori, peserta juga diajak langsung untuk praktik. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, setiap kelompok mempraktikkan menyanyikan Mars Fatayat dan Sholawat Nahdliyah dengan dirigen secara bergantian. Kemudian penampilan satu kelompok tersebut dinilai oleh kelompok yang lain.

Para peserta tampak antusias dan sangat menikmati pelatihan. Mereka berharap kegiatan yang sama dapat diadakan lagi diwaktu yang lain. (Ni’mallatif/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here