SHOLAT MU`ADAH DAN DZIKIR MUSABBA`AT

0
377

Pertanyaan :

Dua jum`atan di satu desa tidak dilakukan mu`adah, bagaimana hukumnya?, lebih afdol mana antara mu`adah dan dzikir musabba`at dan doa abunawas? Moh Syukron 085223446281

Jawaban :

Yth Pak Syukron,

Ada tiga hal yang menjadi tema bahasan: Ta`addudul Jum`ah, Shalat Mu`adah dan Dzikir Musabba`at.

1. Ta`addudul Jum`ah (dua jum`at atau lebih di satu desa) diperbolehkan apabila ditemukan masyaqqat (kesulitan). Pengertian masyaqqat adalah apabila ditemukan salah satu dari tiga hal :

a. Dlayyiqul Makan yaitu kondisi masjid yang sudah tidak memadai untuk menampung jama`ah yang banyak karena sempit.

b.Wujudul Adawah yaitu adanya permusuhan antara dua pihak di desa itu sehingga tidak memungkinkan bersatu dalam satu masjid dan

c. Bu`du Atharafil Balad yaitu ada jarak yang jauh antara ujung-ujung desa atau dari rumah ahli jum’ah ke masjid, yang menurut ulama jarak jauh itu minimal 1,6 km. Apabila salah satu dari tiga hal ini tidak ada maka ta`addudul jum`ah tidak diperbolehkan.

 

2. Shalat Mu`adah yang dimaksud di sini adalah Shalat Dhuhur setelah Shalat Jum`ah. Menurut Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya al-Fiqhul Islami, penyelenggaraan Shalat Mu`adah setelah jum`at itu hukumnya sunnah apabila Ta`addudul Jum`ah dalam keadaan hajat (dibutuhkan), wajib apabila dalam keadaan tidak ada hajat (tidak dibutuhkan) terhadap Ta`addudul Jum`ah dan haram apabila di desa atau negeri itu hanya ada satu jum`ah. Dari telaah saya dalam berbagai kitab Fiqih yang menjadi standar, penyelenggaraan shalat mu`adah yang bersifat sunnah itu tidak harus secara berjamaah tetapi boleh secara sendiri-sendiri.

 

3. Dzikir Musabba`at adalah bacaan surat al-Fatihah tujuh kali, surat al-Ikhlash tujuh kali, surat al-Falaq tujuh kali, surat an-Naas tujuh kali dan disambung dengan doa اللهم يا غني يا حميد الخ sebanyak empat kali. Di dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, dzikir musabba`at itu disunnahkan setelah selesai shalat jum`ah tanpa merubah cara duduk hingga selesai doa setelah musabba`at. Dengan demikian, apabila shalat mu`adah yang berhukum sunnah dapat dilakukan secara tidak berjamaah maka alangkah baiknya jika terlebih dahulu membaca dzikir musabba`at yang berkesinambungan dengan shalat jum`ah agar memperoleh banyak fadlilah.

 Dasar Pengambilan Dalil :

 

 الفقه الاسلامي وأدلته ص 1300 :

          وصلاة الظهر بعد الجمعة إما واجبة إن تعددت الجمعة لغير حاجة أو مستحبة إذا كان التعدد بقدر الحاجة فقط أو زائدا عليها ولم يدر هل التعدد لحاجة أولا، أوحرام فيما إذا كان بالبلد جمعة واحدة فقط كبعض قرى الأرياف

 بغية المسترشدين ص 84  :

        ورد أن من قرأ الفاتحة والاخلاص والمعوذتين سبعا سبعا عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجليه غفر له ما تقدم من ذنبه وما

تأخر وأعطي من الأجر بعدد من أمن بالله ورسوله وبوعد من السوء الى الجمعة الأخرى

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here