SHALAWAT NARIYAH

0
149

Pertanyaan :

Apa benar Shalawat Nariyah yang sering kita baca mengandung makna syirik? (Nur Kholis 081904369032)

Jawaban :

Yth Pak Nurkholis,

Dalam kitab Khazinatul Asrar (hlm. 179) dijelaskan bahwa salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, maka tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).

Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: “Barangsiapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali dan digunakan sebagai wiridan maka rezekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Menurut kebanyakan ulama, sholawat Nariyah/Kamilah/Tafrijiyah adalah sholawat yang redaksinya disusun oleh Imam Ali Zaenal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib Raddliyallahu Anhum, dan banyak mendapatkan komentar positif dari ulama-ulama besar dari kalangan 4 mazhab (lihat kitab Khozinnatul Asror hal 179). Secara ilmu balaghah (kesusasteraan) redaksi Shalawat Nariyah ini diungkapkan dengan sastra Arab (balaghah) yang tinggi dan telah diakui dan tidak dipermasalahkan oleh ahli bahasa Arab ratusan tahun lamanya, kecuali setelah ada kelompok orang yang berfaham Wahabi mempersoalkannya.

Kelompok Wahabi menganggap shalawat ini mengandung kemusyrikan karena ada shighat tawassul di dalamnya, sama seperti anggapan mereka terhadap bacaan Manaqib. Dan telah diketahui bersama bahwa faham Wahabi itu sangat anti Tawassul. Tetapi faham Wahabi itu telah dibantah oleh ulama-ulama ahlussunah wal jama’ah seperti Imam Taqiyuddin Subki, Syekh Yusuf Nabhani, Syekh Muhammad Alwi Al-Maliki dll.

Hal itu bisa dilihat di buku yang saya tulis berjudul Membedah Intisari Ahlussunnah Wal Jamaah. Dengan demikian tidak mungkin pula SHALAWAT NARIYAH yang menjadi amalan jutaan umat Islam dari kalangan awam hingga ulama yang sudah berlangsung berabad-abad itu mengandung atau terindikasikan SYIRIK.

Kesimpulan saya secara sederhana (sekaligus jawaban), bahwa SHALAWAT NARIYAH itu TIDAK RUSAK redaksinya, dan TIDAK SYIRIK mengamalkannya.

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here