Sekretaris Ma’arif Kendal: Sekolah NU Jangan Dijual Murah

0
30

Sukorejo, pcnukendal.com – Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kendal, H. Wahidi Yusuf mengatakan sekolah NU jangan dijual murah. Justru sekolah yang dijual mahal sekarang banyak peminatnya. Sebaliknya sekolah yang digratiskan mutunya akan dipertanyakan orang.

Hal itu dikatakan Wahidi Yusuf saat mengisi pengajian rutin Ahad Pagi di Gedung MWC NU Sukorejo Jl. Kartini Kebumen Sukorejo, Ahad (21/3).

Pak Wahid, begitu akrab disapa mencontohkan, sekolah Nasima Semarang SPP nya tidak kurang dari 1,5 juta per bulannya tapi peminatnya juga banyak. Kalau sudah berani menjual mahal maka tuntutan profesionalitas dan kualitas akan menjadi keharusan.

Dia berharap sekolah NU juga akan demikian. Lalu bagaimana dengan keluarga tidak mampu? Ia memberi saran jangan sekolah yang menggratiskan. Sekolah bisa menggandeng Lazisnu, karena Lazisnu punya empat pilar, salah satunya pilar pendidikan.

“Lazisnu jangan hanya ngurusi mobil ambulans tapi pilar yang lain juga perlu diperhatikan, yakni pilar pendidikan,” pintanya disambut gemuruh yang hadir.

Lebih jauh pegawai Kemenag Kendal ini berharap NU adalah organisasi besar maka sekolah dan madrasahnya logikanya akan besar dan maju juga. Oleh karenanya semua pihak baik kiai, pengurus NU, pengelola dan warga NU ikut bertanggung jawab membesarkan sekolah NU.

“Namannya saja sekolah NU, pemiliknya ya Nahdlatul Ulama, bukan pengurus BP3M atau kepalanya. oleh karenanya pengurus dan warga NU harus ikut membesarkan sekolah NU,” tegasnya.

Ditambahkan Wahidi, agar tidak jalan sendiri-sendiri harus sering diadakan pertemuan koordinasi antara NU sebagai owner (pemilik), LP Ma’arif, pengurus BP3M, dan kepala sekolah/madrasah.

Labih lanjut ia menganalogikan, MWC NU sebagai presiden maka LP Ma’arif Sukorejo sebagai menteri pendidikannya. Karena sekolah dan madrasah NU itu jumlahnya banyak sekali maka masing-masing unit pendidikan dibutuhkan pengurus sendiri-sendiri.

“Tapi garis komando dan hirarkhisnya harus jelas dari pengurus NU sampai kepala harus nyambung jangan ada yang terputus,” pungkasnya. (Fahroji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here