SEJARAH NABI AYYUB A.S. DAN SAPU LIDI

0
195

Nabi Ayub AS adalah nabi yang paling dibenci oleh setan. Beliau mempunyai sawah yg luas, 10 orang anak dan beberapa istri. Beliau sendiri berpostur gagah. Suatu ketika ladang Nabi Ayub AS dibakar oleh setan tanpa sisa. Ke-10 anaknya dibunuh oleh syetan. Beliau mendadak miskin dan menjadi miskin. Seluruh anggota tubuhnya rusak selama kurang lebih 8 tahun.

Suatu ketika pada saat berbaring lemah di tempat tidur, beliau minta tolong kepada istrinya yang bernama Rahmah yang sedang di dapur untuk mengambilkan air minum. Beliau berteriak berkali-kali tapi Rahmah tak mendengarnya. Lalu beliau bersumpah: “Jika aku sudah sembuh aku akan cambuk Rahmah 100x”.

Suatu ketika kira-kira 8 tahun kemudian beliau berdoa kpd Allah SWT: ” Ya Allah, mengapa hamba tidak diberi kesembuhan dan keluar dari kesengsaraan ini?”. Allah SWT menjawab: “Berdirilah dan berjalanlah!”. Nabi Ayub SAW berkata: “Saya ini lemah, lumpuh, tidak bisa jalan”. Allah berkata: ” Ikuti saja perintahku!”. Lalu Nabi Ayub AS mulai duduk dan kakinya menginjak tanah. Tanah yang diinjaknya mengeluarkan air.

Lalu Allah SWT memerintahkannya untuk minum dan mandi dari air itu. Setelah meminum air dan mandi dengan air itu, semua penyakitnya hilang dan beliau kembali gagah seperti sedia kala. Kemudian Allah juga memerintahkan agar air itu disiramkan ke ladang yang sudah dibakar setan dan disiramkan pula ke kuburan anak-anaknya. Aneh, sawah yang sudah terbakar itu menumbuhkan berbagai tanaman sawah dan berbuah seketika. Lalu anak-anaknya yang sudah mati hidup kembali.

Setelah itu Nabi Ayub AS teringat akan sumpahnya yang dulu diucapkan pada saat sakit bahwa dia akan mencambuk istrinya. Dia menghadapi dilema. Kemudian Malaikat Jibril datang dan berkata: “Hai Ayub, engkau harus melakukan nadzar itu ambilah 100 batang lidi dan cambukkan ke tubuh Rahmah 1x, maka itu sama dengan engkau telah mencambuknya 100x !”. Lalu Nabi Ayub AS mencari lidi sebanyak 100 batang lalu diikat menjadi satu dan dia mencambukannya ke tubuh Rahmah. Dengan demikian gugurlah nadzar Nabi Ayub AS.

Setelah itu Nabi Ayub AS membuat acara selametan atas kesembuhan hidupnya kembali anak-anaknya dan gugurnya nadzar. Setelah selametan itu usai seikat 100 batang lidi tadi digunakan untuk membersihkan sampah sisa selametan yang tercecer di halaman rumah.

Sejak saat itu seikat lidi dipakai utk membersihkan dan dinamai “Sapu” yg beradal dari kata :

صفا يصفو صفوا

yang artinya membersihkan. (di translate dari Bada’iuz Zuhur oleh MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here