SATPAM TIDAK JUM`ATAN

0
68

 

 A.   Pertanyaan :

Seorang satpam yang menjaga kendaraan bermotor milik jama`ah jum`ah tidak ikut jum`atan, dengan alasan menjaga kendaraan bermotor agar tidak hilang, bagaimana hukumnya ? – dari Suwanda SPdI / 081390355672

B.   Jawaban :

Yth Pak Suwanda.

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa ada beberapa udzur (alasan) yang meyebabkan seseorang diperbolehkan meninggalkan shalat jum`ah seperti sakit, menjaga orang sakit, hujan, jalan becek, orangbuta tidak ada yang membimbing dan sebagainya. Di antara udzur jum`ah adalah khouf alan-nafsi wal maal (kekhawatiran terhadap keselamatan jiwa dan harta).

Tugas seorang satpam menjaga kendaraan milik ahli jum`ah adalah sesuatu yang dapat dikatagorikan khouf alan nafsi wal maal yang menjadi udzur jum`ah apabila ada dugaan kuat jika dia melakukan shalat jum`ah dan meninggalkan kendaraan-kendaraan tersebut akan terjadi pencurian. Tetapi jika diperkirakan aman seperti yang kita lihat di banyak lingkungan masjid di Indonesia, maka satpam tidak boleh meninggalkan shalat jum`ah.

C.   Dasar Pengambilan Dalil :

رسالة الجمعة ص 17 :

         قال الامامان أبو إسحق الشيرازي ومحي الدين النووي رحمهما الله في المهذب وشرحه : ولا تجب على خائف على نفسه أو ماله لما روي عن ابن عباس رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال من سمع النداء فلم يجبه فلا صلاة له إلا من عذر قالوا يا رسول الله وما العذر قال خوف أو مرض .

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here