Rijalul Ansor Gemuh Tutup Pertemuan Rutin Jelang Ramadan

0
36

Gemuh, pcnukendal.com –  Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gemuh menggelar pertemuan rutin, Senin (29/03) malam di serambi Masjid Jami’ NU Al Mubarok Desa Poncorejo.

Menurut penuturan Ketua PAC GP Ansor Gemuh, Muhammad Syaiful Ulum pertemuan tersebut merupakan putaran terakhir menjelang bulan Ramadan, karena pada bulan Ramadan pertemuan rutin ditiadakan.

“Insyaallah akan dilaksanakan kembali setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H sekaligus halalbihalal,” tutur Ulum.

Lebih lanjut, Ketua PAC GP Ansor Gemuh dalam sambutannya menyatakan mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/03) lalu. Ia juga menyampaikan empati yang mendalam kepada keluarga korban.

“Mari bersama-sama kita jaga dan rawat ke-Bhinekaan, jangan sampai Indonesia hancur oleh aksi terorisme yang mengatasnamakan agama,” ucapnya.

Ungkapan senada disampaikan Ketua Tanfidziyah MWC NU Gemuh, Kiai Rochmat. Ia menyampaikan keprihatinannya atas aksi yang diduga bom bunuh diri di Makassar. Ia berharap kejadian serupa tak terjadi kembali di Indonesia.

“Maka seluruh pemuda Ansor harus memperkuat gerakan (taqwiyatul harokah), siap dengan semua tantangan yang ada, kaitannya dengan sekelompok orang yang ingin menciptakan rasa tidak aman, memecah belah bangsa, dan ingin mengganti Ideologi negara,” tutur Ketua MWC NU Gemuh.

Acara diisi dengan pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak 4444 kali, tahlil, pembacaan maulid simthudduror, dan pengajian yang dipimpin Ketua Rijalul Ansor, Gus Ibnu Mundzir.

Pengajian mengulas keutamaan dan amalan pada malam Nisfu Sya’ban. Diuraikan Gus Mundzir, Sya’ban termasuk bulan mulia, karena di dalamnya ada waktu istimewa yakni malam Nisfu Sya’ban. Adapun beberapa amalan yang biasa dilakukan pada malam tersebut adalah memperbanyak doa, membaca dua kalimat syahadat atau kalimat Lailâha illa-Llâh Muhammadan rasûlull-Llâh, dan memperbanyak istighfar.

“Kalau di sini biasanya di musala-musala, masjid, majlis taklim membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali setelah salat Maghrib kemudian ditutup dengan doa,” terangnya. (Falakh/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here