Ribuan Warga Hadiri Haul Mbah Wildan dan Mbah Chamid

0
189

Kendal pcnukendal.com – Peringatan haul ketiga Almaghfurlahuma KH Muhammad Wildan Abdulchamid dan KH Abdulchamid (Mbah Chamid) dihadiri ribuan warga, Rabu (10/4). Haul tersebut dihadiri pula oleh KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Leteh Rembang dan KH Quraish Shihab Direktur Pusat Studi Al-Qur’an Jakarta.

Beliau berdua memberikan tausiyah pada haul dari pendiri dan pengasuh Pon-Pes Roudlotul Muta’allimin Pegulon Kendal tersebut. Acara dimulai tepat setelah jamaah sholat Isya selesai dilaksanakan, atau sekitar pukul 19.30 WIB.

Dalam tausiahnya, Kyai Quraish menerangkan bahwa ketika kita menyebut dan mendoakan orang alim yang mendahului kita, pada hakikatnya kita juga mendoakan diri kita sendiri. Bahkan kita mendapatkan lebih banyak dari apa yang kita berikan pada orang sholih tersebut.

Beliau juga berpesan bahwa keberagamaan itu dilakukan setelah kemanusiaan. Kemanusiaan harus didahulukan apabila bisa menciptakan perdamaian. Beliau mencontohkan, ketika Perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah mengalah dan mau menunda Umrah yang akan beliau lakukan bersama para sahabat, salah satunya karena demi mencegah peperangan untuk menuju perdamaian.

Adapun Gus Mus dalam Mauidhoh Hasanahnya menuturkan bahwa ulama yang sebenarnya adalah mereka yang bisa memandang umatnya dengan pandangan welas asih. Beliau bisa menyimpulkan seperti karena ulama adalah pewaris para Nabi. Sedangkan Rasulullah adalah adalah pribadi yang mempunyai wajah yang tersenyum.

Bahkan, terang Gus Mus, apabila ada sahabat yang mau curhat suatu masalah pada Rasulullah, hanya memandang wajah Rasulullah saja masalahnya sudah hilang karena adem ketika melihat wajah beliau.

Maka, menurut Gus Mus, menjadi ulama atau kyai, yang paling penting bukan mengajarnya. Yang lebih penting adalah rasa sayang dan ikhlas dalam ngopeni masyarakat. (Zubair)

judul iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here