Ribuan Banser Tanam Pohon Bersama

0
197

Sukerejo pcnukendal.id – Pada Minggu (12/3), beberapa pekan paska terjadinya musibah longsor yang menimpa masyarakat Kenjuran, Sukorejo, PC GP Ansor Kendal menunjukkan baktinya. Mereka melaksanakan kegiatan gerakan menanam di lereng gunung Prau.

Dalam acara itu, ribuan anggota Banser yang tergabung dalam Banser Tanggap Bencana (Bagana) dari berbagai Kabupaten bersatu padu menanam bibit pohon di lereng gunung Prau. Banyaknya peserta didapatkan dengan adanya koordinasi dengan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, sehingga gerakan itu juga dihadiri oleh GP Ansor cabang Wonosobo, Temanggung, Magelang, Klaten, Batang, kabupaten Semarang dan Demak.

Program itu merupakan kegiatan yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Dalam agenda itu, GP Ansor Kendal menggandeng beberapa pihak, seperti KPH Kedu Utara, BPBD Kendal, Basarnas Kendal, komunitas pecinta alam, dan seluruh warga masyarakat. Mereka pun bahu membahu menjaga keseimbangan dan kelestarian alam di lereng gunung Prau. Dengan adanya kegiatan itu, diharapkan generasi penerus bangsa mengerti pentingnya sumber mata air dan kesuburan tanah negeri.

Ketua GP Ansor Kendal Muhammad Ulil Amri, menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan langkah awal bagi Ansor dan Banser di Kabupaten Kendal untuk peduli terhadap lingkungan. Hal itu dilakukan sebagai manifestasi dan tanggung jawab manusia.

“Sebagai khalifah di bumi, kita wajib menjaga alam dan seisinya,” tutur Ulil.

Pada kesempatan itu, GP Ansor Kendal menyematkan penghargaan kepada mbah Basri, penjaga hutan lereng gunung Prau. Ia didaulat menjadi Banser Kehormatan yang akan selalu menjaga dan merawat hutan di situ.

Ikhwanudin, ketua PW GP Ansor Jawa Tengah hadir menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota Ansor dan Banser yang datang penuh semangat dari berbagai daerah.

“Kegiatan sosial ini membuktikan bahwa Banser Memiliki komitmen dalam bersosialisasi dan bermasyarakat, termasuk dalam mencintai lingkungan,” tutur Ikhwan.

Ia berharap, ke depannya, kegiatan sosial dan kepedulian terhadap alam seperti itu akan menjadi agenda berkala yang terhimpun dalam sebuah kaukus lereng prau. Hal itu akan memunculkan tanggung jawab dalam perawatan dan perlindungan hutan lereng gunung Prau.

“Jadi jangan berhenti sebatas menanam dan selesai tanpa ada tindak lanjut,” harap Ikhwan. (Misbah/Zuha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here