RELEVANSI UU DENGAN HUKUM SYARIAT

0
173

Pertanyaan :

Apa yang harus kita lakukan jika syariat berbeda dengan UU ? -dari Abdullah

Jawaban :

Yth Pak Abdullah,

Di Indonesia ini terdapat dua hukum:

1.Hukum Agama yang juga disebut Syariat atau Hukum Syar`i, yaitu hukum yang diistinbath dari Al-Qur`an, Hadits, Ijmak Ulama dan kreasi intelektual Ulama yang disebut Qiyas.

2.Hukum Negara yang juga disebut Hukum Positif yaitu Undang Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah dll. Hukum Syar`i itu wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dan kewajiban itu bersifat mengikat. Jika dia belum mengetahui, maka diwajibkan mempelajari untuk mengetahui. Jika dia belum mampu maka diwajibkan melakukan bila sudah mampu. Tetapi apabila ada Undang Undang (UU) yang berlawanan dengan syari`at atau Hukum Syar`i, maka tidak boleh ditaati, berdasarkan sabda Nabi SAW dalam hadits yang berbunyi :

لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق رواه أحمد

Dalam Hasil Muktamar NU di Makassar diterangkan:

1. Jika UU menetapkan sesuatu yang tidak dijelaskan dengan sharih dalam Qur`an dan Hadits maka boleh diterima dan ditaati.

2. Jika UU menetapkan sesuatu yang yang bertentangan dengan hukum Syar`i maka tidak boleh ditaati.

3. Jika UU menetapkan sesuatu yang ditetapkan hukum syar`i baik dalam perkara wajib atau mandub maka wajib ditaati, jika menetapkan sesuatu yang mubah dan bermanfaat bagi kepentingan umum maka juga wajib ditaati, jika menetapkan sesuatu yang mubah tetapi tidak bermanfaat untuk umum maka tidak wajib ditaati.

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here