Ramadhan Bulan Tarbiyah

0
366
Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَضَّلَ أَوْقَاتَ رَمَضَانَ عَلَى غَيْرِهِ مِنَ الْأَزْمَانِ، وَأَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْآنَ هُدًى وَّبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ يَخُصُّ رَمَضَانَ بِمَا لَمْ يَخُصَّ بِهِ غَيْرَهُ، اَللَّهُمَ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، اَلَّذِيْنَ آثَرُوْا رِضَا اللهِ عَلَى شَهَوَاتِ نُفُوْسِهِمْ، فَخَرَجُوْا مِنَ الدُّنْيَا مَأْجُوْرِيْنَ، وَعَلَى سَعْيِهِمْ مَشْكُوْرِيْنَ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْنِىْ نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِىْ كِتَابِهِ الْكَرِيمْ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. اَمَّا بَعْدُ

Sebelum saya menyampaikan khutbah dengan tema “Ramadhan adalah Bulan Tarbiyah”, saya selaku khatib tidak henti-hentinya mengingatkan dan berwasiat pada diri sendiri dan hadirin sekalian untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pada siang ini kita dapat menunaikan sholat Jumat di masjid ini dalam keadaan sehat wal afiyat. Selain itu, shalawat dan salam semoga Allah SWT selalu limpahkan kepada uswah hasanah kita, Nabi Agung Muhammad SAW, dan semoga terlimpah pula pada keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya sampai hari kemudian, termasuk  kita yang hadir di masjid ini.

Ungkapan rasa syukur kepada Allah ini tidak terbatas pada ucapan semata, tetapi harus dilakukan dengan langkah nyata, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sebab, tiada tolok ukur lain derajat kemuliaan manusia di sisi Allah, selain derajat ketakwaannya. Hal ini sudah ditegaskan dalam Alquran Surat Al Hujurat: 13 yang berbunyi :

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

Artinya: Sesungguhnya yang paling mulia di antarakamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu sekalian.

Oleh karena itu, para hadirin,  khatib selalu berwasiat janganlah sekali-kali kita mati kecuali dalam keadaan iman dan  Islam.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah

Ramadhan adalah sayyidusy syuhur atau penghulunya seluruh bulan. Yakni bulan yang paling baik, yang paling mulia di antara bulan-bulan yang lain di hadapan Allah SWT. Sebab, di bulan inilah Allah mengampuni segala dosa, melipatgandakan pahala setiap amal yang dikerjakaan, dan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan. Pada bulan ini pula Allah SWT menurunkan Alquranul Karim dan menurunkan malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yakni malam lailatul qodar. Karena keistimewaan bulan inilah maka aktivitas ibadah umat Islam menjadi meningkat pesat di bulan suci ini dibanding bulan-bulan lain. Kondisi ini tampak mulai penyambutan datangnya Romadhon, aktivitas ibadah sholat berjamaah, sholat tarawih dan qiyamul lail, tadarus Alquran, berzikir, berdoa, bersedekah, hingga perubahan perilaku sehari-hari yang semuanya meningkat baik. Semua berharap dengan berpuasa Ramadhan, sholat tarawih, dan lain-lain, semua dosa yang dilakukan terlebih dosa-dosa yang telah dilakukan terdahulu akan diampuni oleh Allah SWT. Hal demikian sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah dalam haditsnya,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan maka akan diampuni Allah dosa-dosa terdahulu yang dilakukannya.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Barangsiapa yang mendirikan sholat di bulan Romadhon dengan penuh keimanan dan pengharapan maka akan diampuni Allah dosa-dosa terdahulu yang dilakukannya.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Bulan Ramadhan yang disambut dengan penuh suka cita ini sebenarnya adalah bulan pendidikan atau bulan tarbiyah. Sebab kita, orang-orang yang berpuasa ini, diibaratkan sedang didadar di kawah candradimuka agar menjadi orang baik. Mengapa demikian? Sebab pada bulan ini semua orang yang beriman diwajibkan berpuasa, yakni menahan lapar dan dahaga serta bersenang-senang dengan pasangannya mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Hal ini merupakan pelajaran yang bersifat fisik yang cukup berat bagi kebanyakan orang. Mengapa? Karena kebanyakan manusia pada pagi hingga petang hari menikmati makan dan minum sambil menjalan aktivitas bekerja. Kalau ada sebagian di antara mereka yang rutin berpuasa sunnah itu pun jumlah bilangannya tidak cukup banyak, dan tidak berurutan sebulanpenuh. Hal demikian ini, para hadirin, ibadah puasa ini menjadi pendidikan ketahanan fisik yang cukup berat. Bagi sebagian orang ibadahpuasa itu sangat berat, terlebih bagi yang punya penyakit pencernaan akut atau kondisi tubuh yang mudah lemah akibat kurang vitamin dan asupan makanan dan minuman.

Namun, sebenarnya para hadirin, pendidikan puasa itu bagi orang normal, terlebih bagi orang yang kelebihan gizi adalah sangat menyehatkan. Sebab, menurut penelitian beberapa ahli kesehatan, puasa itu sangat bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya adalah (1) puasa dapat membersihkan racun dalam tubuh, (2) puasa dapat meremajakan sel kulit, (3) dapat mengistirahatkan sistem pencernaan, (4) mengurangi gula darah, (5) mengurangi berat badan, (6) meningkatkan kekebalan tubuh, dan lain-lain. Dari situlah apa yang disabdakan Rasulullah dalam hadits populer yang diriwayatkan Abu Hurairoh RA ini dibuktikan kebenarannya oleh para ahli kesehatan dan gizi.

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

Artinya: Berpuasalah kalian, niscaya puasa itu akan menyehatkanmu.

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah,

Di samping pendidikan fisik yang cukup berat itu, secara hakikat,puasa Ramadhan adalah pendidikan mental spiritual atau pendidikan karakter bagi hamba Allah yang kelak hasilnya sangat luar biasa apabila berhasil. Betapa tidak? Karena berpuasa adalah pendidikan untuk menahan diri dari segala keinginan terhadap hal-hal yang bersifat fisik primer, seperti makananan, minuman, dan lain-lain. Untuk menahan keinginan itu tentu dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Di sinilah terjadi kaitan erat antara pendidikan fisik dengan pendidikan karakter. Di samping itu, dalam kaitannya dengan pendidikan karakter juga tampak dalam hadits Rasulullah SAW yang memberi warning bagi ummatnya yang berpuasa yakni,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Artinya: Betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan dari puasanya selain lapar dan dahaga.

Hadirin, Hadits tersebut menjadi warning buat kita, bahwa ternyata banyak umat Rasulullah yang telah menjalani pendidikan fisik dengan berpuasa, tidak mendapatkan apapun selain lapar dan dahaga. Ini mengandung maksud bahwa pendidikan fisik dalam berpuasa sangat terkait erat dengan pendidikan karakternya. Keduanya melekat, bahkan capaian akhirnya pendidikan Ramadhon ini bukan capaian fisiknya, tetapi adalah perubahan karakter, yakni menjadi insan yang bertakwa sebagaimana ayat Alquran yang menjadi dasar diwajibkannya puasa bagi orang-orang beriman, yakni QS. Albaqaroh: 183 yang berbunyi,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah,

Dari ayat itu sangat jelas, bahwa Allah SWT mewajibkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa dengan tujuan untuk membentuk karakter atau kepribadian setiap pelakunya menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Jadi pada hakikatnya, para hadirin, pendidikan fisik yang berat ini hanya menjadi sarana atau media untuk pembentukan karakter atau kepribadian kita agar menjadi hamba Allah yang terbaik, yakni hamba yang bertakwa pada Allah SWT. Oleh karena itu, para hadirin agar kita tidak menjadi orang yang sehat fisiknya saja,maka kitaharus bisa lulus pendidikan puncak ibadah Ramadhan, yakni menjadi hamba Allah SWT terbaik dengan menjaga ibadah puasa kita dari hal-hal yang membatalkan puasa dan menghilangkan pahalanya puasa.

Hadirin Rahimakumullah,

Sebagai orang beriman yang terbiasa berpuasa di bulan Ramadhan ini, insyaallah kita dapat menghindar diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Namun, untuk menghindar dari hal-hal yang menghilangkan pahalanya puasa ini kita harus ekstra hati-hati karena hal itu wujudnya bukan berupa hal-hal yang tampak, tetapi wujudnya sangat terkait dengan faktor mental dan perilaku kita. Ada lima hal penting yang harus diwaspadai oleh orang-orang yang berpuasa sebab lima hal ini akan menghilangkan pahalanya puasa, yakni Alkadzibu (berdusta), Walghibatu (bergunjing atau membicarakan aib orang lain), wannamiimatu (berbuat adu domba), wan nadhru bisy-syahwat (memandang lawan jenis dengan syahwat), dan walyamiinul faajiroh (sumpah palsu).  Jika lima hal yang disampaikan Rasulullah SAW tersebut dirinci lagi dengan varian-variannya maka akan makin banyak lagi.

Di samping itu, parahadirin di era digital ini, kita juga harus berhati-hati dengan medsos. Sebab, dengan menuliskan status atau pernyataan yang mengandung lima hal dan variannya di medsos juga sama dengan melakukan perbuatan serupa.

Hadirin sidang Jumat rohimakumullah,

Hal penting yang jadi simpulan dari pendidikan ibadah Romadhon ini adalah kita harus dapat menjadi hamba Allah yang secara fisik lebih sehat dan secara mental spiritual juga terbaik di hadapan Allah SWT melalui bulan tarbiyah ini. Saya yakin, kita tidak mau jadi hamba Allah yang tidak sehat fisik dan mentalnya. Kita juga tidak mau menjadi hamba Allah yang hanya sehat fisiknya saja tanpasehat mental spiritualnya. Oleh karena itu, melalui mimbar ini saya mengajak diri saya dan hadirin untuk menjadikan puasa Ramadhan ini menjadi sarana pendidikan untuk menjadi orang yang sehat fisiknya dan kian bertakwa kepada Allah SWT dengan cara melindungi diri kita dari hal-hal yang membatalkan puasa dan menghilangkan pahalanya puasa. Sehingga di penghujung Romadhon nanti kita dapat menjadi orang yang menang dan kembali ke jatidiri kita yang fitri. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

مَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here