QODLO’ ATAU FIDYAH UNTUK SHOLAT MAYYIT YANG TERTINGGAL

0
64

Apabila ada mayyit punya hutang sholat, maka menurut hukum asal, tidak usah diqodlo’kan atau difidyahkan. Karena ketika masih hidup dan punya akal sehat, setiap orang wajib lakukan sholat, kalau gak bisa berdiri boleh dengan duduk, kalau gak bisa duduk boleh dengan tidur miring, kalau gak bisa tidur miring boleh dengan telentang, sehingga tdk ada alasan meninggalkan sholat.

Akan tetapi menurut suatu pendapa (qaul), bisa diqodlo’kan atau difidyahkan atas nama mayyit. Dan ulama yang melakukan qodlo’ atau fidyah untuk sholat mayyit yang tertinggal adalah Imam Tajuddin As-Subki, pengarang kitab Jam’ul Jawami’. Maka kaum Nahdliyyin yang melakukan qodlo’ atau fidyah untuk sholat yang tertinggal itu karena mengikuti ijtihad Imam Tajuddin As-Subki R.A.

Lihat ta’bir Fathul Muin di bawah ini :

(تنبيه) من مات وعليه صلاة فرض لم تقض ولم تفد عنه، وفي قول أنها تفعل عنه – أوصى بها أم لا ما حكاه العبادي عن الشافعي لخبر فيه، وفعل به السبكي عن بعض أقاربه.

Artnya :
(Peringatan) Orang yang mati dan punya hutang sholat fardlu, maka tidak usah diqodlo’ dan tidak usah difidyahi atas nama mayyit. Menurut suatu pendapat sholat itu boleh dilakukan atas nama mayyit, baik dia berwasiat atau tidak, sebagaimana di hikayatkan Al-Ubbadi dari As-Syafii. Dan Imam As-Subki telah melakukan (qodlo’ atau fidyah) atasnama sebagian kerabatnya yg meninggal. Wallohu A’lam Bisshowab. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here