#PUISI : P A L I N G

1
187

Manakala keangkuhan menggurita.
Maka……
Kata ” paling ” memberikut segala rasa
“Paling kaya”
“Paling kuat”
Dan…..
“Paling pintar”

Kita coba barang sejenak
Tengok si faqir malang
Bisa jadi dia lebih kaya dari kita
Sebungkus nasi pengganjal perut lapar
Cukup menutup keinginannya hari ini
Sementara….
Kita menginginkan segalanya
Kita coba barang sejenak tengok si tua renta pinggir jalan
Bisa jadi dia lebih kuat dari kita
Ketabahannya mengusir getir kehidupan ganas hari ini

Sementara……
Kita mengeluhkan segalanya
Kita coba barang sejenak
Tengok si dungu rumah sebelah
Bisa jadi dia lebih pintar dari kita
Dia cukup mengatakan “saya tidak tahu”
Perihal yang dia tidak tahu

Sementara…….
Dengan keterbatasan
Kita mengatakan segalanya

Wong gunung.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here