#PUISI : NASI TERSENDOK TAK TERMAKAN

0
111

Kuperas otak
keringat pun tak tersisa
Demi buliran padi membentang

Kulepas pakaian kebesaran
Kusandang keropak
Kutantang gili
penuh onak duri

Sengatan matahari
panas nan ganas
Membakar kulitku legam
keriput oleh usia menghantam

Langkah kakiku
terantuk kerikil tajam

Dasar tanah yang kian  tergerus
Air pun  tak lagi menggelontor santar

Gemetaran terus tanganku
Memainkan anai-anai
Memotong  dan mengikat padi

Namun apalah daya…
Padi segudang
tercecer oleh  tikus-tikus werog mengganyang
yang tak pernah merasa kenyang

Limbangan 24 september 2016

Wong gunung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here