“Pohon Al-Kautsar” Tingkatkan Hafalan Siswa

0
107

Oleh: Abdul Malik, S.Pd.I.

Pengembangan materi kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada jenjang Sekolah Dasar (SD) secara garis besar meliputi lima aspek, yaitu: Alquran, Akidah, Akhlak dan Budi Pekerti, Fiqih dan Sejarah Islam.

Dalam aspek Alquran menekankan pada kemampuan siswa dalam menulis, membaca, menerjemahkan serta menampilkan dan mengamalkan isi kandungan Alquran dengan baik dan benar. Secara umum, pada  aspek hafalan Alquran siswa SD, terlebih SD Negeri masih mengalami kesulitan. Hal ini bisa dilihat pada hafalan siswa kelas III  SDN Duren, tempat penulis mengajar. Pada Tahun Pelajaran 2019/2020, mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam materi Surat Al-Kautsar diperoleh hasil dari 31 siswa hanya 10 siswa yang hafal.

Melihat kenyataan ini, penulis kemudian membuat alat peraga “Pohon Al-Kautsar” yang didesain agar mudah diingat karena berbentuk pohon. Secara operasional, hafalan surat-surat pendek pada kelas bawah memerlukan alat peraga yang memancing semangat untuk belajar dan menghafal, karena pada materi kelas III ini tuntutan atau indikatornya bisa menghafal ayat latin (transliterasi bahasa Indonesia) maupun maknanya.

Materi Surat Al-Kautsar membahas tentang kenikmatan yang diberikan oleh Allah Swt yang tak terhitung banyaknya. Pepohon di sekitar tempat tinggal peserta didik juga merupakan nikmat dari Allah Swt yang harus dijaga dan dirawat.

Desain “Pohon Al-Kautsar” terdiri 3 pohon mengingatkan 3 ayat surat tersebut. Rinciannya adalah, pertama “Pohon Al-Kautsar” berbuah ‘ayat’ divisualisasikan dengan buah apel, buah dengan awalan huruf A. Kedua, “Pohon Al- Kautsar” berbuah ‘latin’ divisualisasikan dengan buah lemon, buah dengan awalan huruf L. Ketiga, “Pohon Al-Kautsar” berbuah ‘makna’ divisualisasikan dengan buah mangga, buah dengan awalan huruf M. Selain itu ditampilkan pula 1 visualisasi Q.S. Al-Kautsar

Adapun penggunaan alat peraga tersebut adalah: Pertama,  guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok. Melalui ketua kelompok masing-masing, peserta didik menggunakan “Pohon Al-Kautsar” buah ayat, buah latin, dan buah makna secara bergantian.

Kedua, ketua kelompok berperan sebagai tutor, anggota kelompok memperhatikan, menulis, membaca setiap buah pada “Pohon Al-Kautsar”. Pada setiap pohon buah, ketua kelompok menyampaikan ayat, latin, dan makna sesuai “Pohon Al-Kautsar”-nya diikuti seluruh anggota kelompok membaca ayat, latin, dan maknanya satu persatu.

Langkah tersebut dilakukan hingga semua kelompok melaksanakan tahapan-tahapan di atas pada semua buah “Pohon Al-Kautsar”. Kemudian secara klasikal peserta didik mengikuti guru membaca ayat, latin, dan maknanya.

Alat peraga “Pohon Al- Kautsar” terbukti membantu peserta didik dalam meningkatkan hafalan. Berdasarkan hasil evaluasi terlihat adanya peningkatan jumlah peserta didik yang hafal Surat Al-Kautsar, yakni dari 31 peserta didik hanya 3 yang belum hafal. Bila dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, jumlah tersebut meningkat mencapai 58,06%. Dengan peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga “Pohon Al-Kautsar” mempunyai peranan penting dan sangat efektif. Hal ini sesuai pendapat Nana Sujana (2014: 99), “Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif”.

Selain berdampak pada peningkatan hafalan, penggunaan alat peraga “Pohon Al-Kaustar”  dapat membuat peserta didik merasakan pembelajaran yang menyenangkan dengan adanya komunikasi dua arah antar siswa, antar kelompok, maupun dengan guru. Sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk lebih giat mengaji atau mempelajari ilmu Alquran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here