PKD Ansor Weleri Bentuk Kader Siap Berkompetisi

0
31

Weleri, pcnukendal.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Sabtu-Ahad (20-21/3) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nahdlatul Ulama (NU) 01 Muallimin Weleri.

Menurut Ketua PAC Ansor Weleri, Fajar Aristya, PKD digelar sebagai salah satu sistem pengkaderan di GP Ansor yang diorientasikan untuk menanamkan ideologi Aswaja, merawat tradisi NU, dan menyiapkan kader yang siap berkompetisi.

“Pelatihan ini akan membentuk kader yang militan, ideologis, berkarakter, berdedikasi, berintegritas tinggi, dan memiliki kecakapan mengelola organisasi serta dapat meneruskan perjuangan para ulama NU,” terangnya.

PKD dibuka oleh Ketua Tim Instruktur PC GP Ansor Kendal, H. Kasan Asari. Dalam sambutannya, H. Kasan Asari mengingatkan peserta untuk tak merasa minder dan kecil hati menjadi kader Ansor.

“Karena Ansor adalah organisasi pemuda yang tertua dan terbanyak. Ansor termasuk organisasi pendiri negara ini 11 tahun sebelum negara ini berdiri,” tegasnya.

H. Kasan Asari juga berpesan agar para peserta tak lantas merasa bangga dan puas diri usai lulus PKD. Namun harus bisa melanjutkan pelatihan dan pengkaderan pada jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, peserta juga dihimbau dapat melaksanakan pengkaderan di tingkat ranting masing-masing.

Motivasi dan pesan penting lainnya disampaikan oleh Ketua MWC NU Weleri, KH Fahrur Qosidi. Ia memandang Ansor sebagai garda terdepan dalam menjaga 3 marwah NU, yakni marwah negara, marwah tradisi, dan marwah ulama.‎

“Simbah KH Yusuf (ulama NU Kecamatan Weleri) pernah bercerita, wong NU tidak bisa membendung anaknya untuk sekolah di Muhammadiyah, tetapi tokoh Muhammadiyah heran kenapa anak-anak yang sekolah itu tidak mau jadi wong Muhammadiyah, padahal ada pelajaran ke-Muhammadiyah-an,” ceritanya.

Kiai Fahrur kemudian mengungkapkan sebabnya, yakni alharokah wal barokah. Maka konco-konco Ansor ini harus terus bergerak menuju keberkahan dalam menjaga tradisi.

PKD yang mengusung tema “Dari Tradisi Menuju Kompetisi” ini merupakan gelaran keenam dan untuk pertama kalinya digelar di Weleri. Tercatat ada 85 peserta yang mengikuti pelatihan ini. Mereka dibagi menjadi 5 ruangan. Adapun materi yang disampaikan meliputi ke-Aswaja-an, ke-NU-an, dasar-dasar organisasi dan kepemimpinan, ke-Indonesia-an dan kebangsaan, amaliyah dan tradisi NU, ke-Ansor-an, dan entrepreneurship. (Firdaus/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here