PETARUNG PARUH WAKTU

0
152

PETARUNG PARUH WAKTU

Aku paksa perut keroncongan
tinggalkan sarapan
bersama kopi manis kepahitan

Aku tinggalkan makan siang bersama  minuman segar yang tertuang

Untuk apa ?
“Puasa” kataku
Aku lawan dingin pagi
Aku terjang buta malam
Aku timpuk muka dengan kebekuan air

Tangan terangkat tinggi-tinggi sembari mengucap kebesaran Tuhan

Tubuh merukuk mentasbihkan Tuhan Yang Agung

Jidat tersungkur mengucap Maha suci Tuhanku yang Luhur

Untuk apa ?
“Shalat ” kataku

Namun…
Perutku belum juga mual menerima yang tak halal

Mataku masih terus saja suka mencari-cari aib sesama

Telingaku nyaman mendengar gosip-gosip tetangga berseliweran

Sementara…
Mulutku tetap saja culas

Aku merasa lebih besar
lebih mulia suci dan pintar

Nyatanya…
Aku hanyalah seonggok daging yang ikut hadir di mayapada

Limbangan, 9 oktober 2016.

Wong gunung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here