PESANTREN

0
60

ASAL USUL PESANTREN

Kata pesantren berasal dari kata santri mendapat awalan pe dan akhiran an yang menunjukkan makna tempat yaitu sebagai “tempat para santri“. Banyak peneliti menyatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional “asli Indonesia“ namun tentang asal mulanya terbagi dalam dua kelompok besar :

  1. pesantren merupakan hasil kreasi bangsa setelah bersentuhan dengan budaya pra Islam (Hindu – Budha yaitu mandala dan asrama).
  2. pesantren diadopsi dari lembaga pendidikan Islam Timur Tengah (ribath di Al-Azhar).

Cikal bakal pendirian pesantren pada periode awal terdapat di daerah-daerah sepanjang pantai utara Jawa seperti Giri (Gresik), Ampel Denta Surabaya, Bonang (Tuban), Kudus, Lasem, Cirebon dan sebagainya. (Soebardi dalam Muhibuddin, 2005 : 9). Namun tampaknya pesantren pertama yang berdiri sebagaimana keadaan pesantren zaman sekarang adalah pesantren Tegalsari, Ponorogo. Hal ini misalnya pernah dikemukakan Martin Van Bruinessen.

Menurutnya, sebelum pesantren Tegalsari belum ditemukan satu buktipun yang menyatakan adanya pondok pesantren lain yang berdiri dengan standar model pesantren Jawa seperti yang ada sekarang. (dalam El-Saha/Mujib, 2003 : 219). Zamakhsyari Dhofier (dalam Basri, 2001 : 120) menyatakan ada lima elemen utama pesantren yaitu pondok, masjid, pengajaran kitab-kitab Islam klasik, santri dan kyai.

KELEBIHAN PONDOK PESANTREN

Pondok pesantren memiliki empat kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang lain.

  1. ta’lim atau transfer of knowledge (pengetahuan).
  2. tadris, karena para kiai pesantren mengamalkan dan mempraktikkan ilmunya.
  3. ta’dib, yaitu membentuk peradaban.
  4. tarbiyah atau pengajaran.

Pendidikan yang baik adalah yang bervariasi dan bermisi membentuk masyarakat cerdas, pandai, mempunyai skill (keahlian), arif dan bijaksana.

Kiai dalam pengajaran ilmu nahwu dapat menyinkronkan dengan terminologi bahasa Jawa secara benar. Kiai memberi contoh secara langsung kepada para santri bagaimana saat menerima tamu, saat senang, saat sedih, dan menghadapi bermacam persoalan.

Kenapa pendidikan umum tidak mengambil sisi baik yang ada di pesantren. Padahal banyak sisi positif dari pesantren. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here