Pertimbangan Warga Memılih Kades

0
34

Oleh Fahroji

Beberapa  harı terakhır ini saya serıng dıtanya tentang calon Kades Desa Trımulyo Sukorejo menjelang Pılkades Serentak Kabupaten Kendal 18 Maret 2020. Jawaban saya selalu saya ambangkan, mısalnya, darı  lıma calon, hanya tıga yang saya kenal secara prıbadı. Itu pun belum saya tentukan pilıhannya.

Jıka yang tanya ıtu kebetulan desanya juga menggelar Pılkades justru saya balık bertanya. “Bagaımana calon Kades dı desa anda?” Mulaılah ıa bercerıta menelanjangı satu persatu calon Kades dı desanya.

“Pak A ıtu orangnya pandaı. Tapı sayang, kalau dıajak bıcara kurang mengenakkan dan terkesan kurang ramah dan sombong,” katanya mengomentarı calon yang datang pertama kalı ke rumahnya.

Ia lalu melanjutkan ceritanya, bahwa berbeda dengan calon pak A, untuk calon pak B, ıa mengaku agak sımpatı. Alasannya sederhana, kalau ada kematıan ıa selalu hadır takzıyah palıng depan.

Sedangkan untuk calon pak C, ıa merasa tıdak tega, karena bagaımana pun masıh ada hubungan saudara. “Istılah wong Jowo, tegel lorone ora tegel patıne, mas,” katanya mengomentarı saudaranya yang nekat maju Pılkades, walaupun sejujurnya ıa juga meragukan kemampuan saudaranya.

MWC NU Sukorejo Keberatan Ketua PAC Muslimat Rangkap Ketua Parpol

Darı tıga sampel dı atas hampır tıdak ada alasan pertımbangan menjatuhkan pılıhan karena vısı dan mısı calon atau setıdaknya ıngın mengorek ısı kepala para calon terkaıt dengan pandangan ke depan desanya.

Pemaparan vısı dan mısı calon nampak hanya akan menjadı formalıtas belaka  yang hanya dıdengar segelıntır orang dı  balaı desa. Selebıhnya adalah pertımbangan subyektıf dan emosıonal darı pemılıh karena kedekatan hubungan sosıal. 

Meskıpun pencalonan bısa dııkutı orang darı luar desa, namun sebagian besar warga sudah mengenal  karakter dan rekam jejak para calon. Sehingga, masa kampanye yang hanya  satu hari pun dipandang cukup karena pada dasarnya mereka sudah menentukan pilihan yang sulit dirubah.

Pergunu Kendal Selenggarakan Bimtek Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer

Pendeknya masa kampanye Pilkades nampaknya juga bertujuan meminimalisir konflik dan kerawanan yang mungkin terjadi. Mengingat, Pilkades adalah Pemilihan yang dikategorikan “sumbu pendek” yang gampang disulut.

Pola kampanye Pilkades tentu berbeda dengan Pilpres maupun Pilkada yang relatif mempunyai waktu agak longgar. Seorang Bakal Calon Bupati Kendal berasal dari Jakarta misalnya, akan bisa melakukan sosialisasi dan pencitraan  lewat media dalam waktu yang cukup lama untuk mengenalkan dirinya. Seorang calon yang bisa dibilang wajah baru dalam Pilkada bahkan bisa menggeser popularitas calon yang sudah malang melintang sebelumnya dalam acara debat yang disiarkan secara live di televisi,  karena calon tersebut mempunyai  kelebihan wawasan, visi dan misi serta didukung kemampuan public speaking yang memadai, yang akhirnya bisa mempengaruhi dan merubah pilihan seseorang pada hari- hari terakhir menuju bilik suara.

Hal di atas tentu tidak terjadi dalam Pilkades. Dalam Pilkades paling banter calon bersosialisasi dan berkampanye lewat medsos. Itu pun nampaknya tidak akan banyak berpengaruh pada pilihan warga. Bahkan untuk desa-desa yang kecil dan di pelosok, Pilkades ibarat “menghitung saudara”. Nama baik dan gegnsi serta harga diri keluarga besar seolah-olah dipertaruhkan.

Pilih Teman yang Bertaqwa yang takut sama Allah SWT

Meskipun pertimbangan memilih Kades lebih didominasi faktor hubungan emosional dan kekerabatan,  faktor kemampuan dan kapasitas calon hendaknya juga ikut menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan. Kalau itu dilakukan, akan bisa menghasilkan Kades yang berkarakter dan kredibel yang akhirnya mampu membangun desanya.

Selamat memilih…….!!!

Sukorejo, 17 Maret 2020

  • Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan Pemilu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here