Perkaya Wawasan Pembelajaran, FUSPAQ Kangkung Hadirkan Amanah ‎Metodologi Qiroati

0
177

Kangkung, pcnukendal.com – Meski memakai metode Al Ma’arif dalam kegiatan belajar mengajarnya, Forum Ukhuwah Silaturrahim Pendidikan Alquran (FUSPAQ) Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Kecamatan Kangkung menghadirkan Amanah Metodologi Qiroati Cabang Kendal, KH Ibnu Mas’ud pada pertemuan rutin anjangsana, Minggu (10/1) di TPQ NU 16 Nurul Huda Desa Sendangkulon Kecamatan Kangkung.

Menurut Ketua FUSPAQ Kecamatan Kangkung, Achmad Roziqin hal itu dilakukan untuk memperkaya wawasan dan kualitas pembelajaran bagi guru TPQ di Kecamatan Kangkung.

“Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu mari ambil kelebihan dan kita benahi kekurangan yang ada, karena meski metodenya berbeda namun memiliki tujuan yang sama” tuturnya.

KH Ibnu Mas’ud dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa metodologi merupakan ruh kegiatan pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. Ia mengibaratkan jasad manusia yang tak bisa hidup bila tidak memiliki ruh.

“Gedung sudah ada, guru sudah ada, murid sudah ada, tapi tak memiliki metode dalam pembelajaran, atau tidak pas dalam menjalankan, maka lembaga tidak akan jalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, tokoh Qiroati asal Kaliwungu itu menjelaskan kemampuan yang harus dimiliki seorang guru sebagai pemegang dan penggerak ruh pendidikan di sebuah lembaga, yakni teliti, waspada, dan tegas.

“Teliti dalam memberikan contoh bacaan yang pas, waspada dalam mengetahui kesalahan anak dalam membaca. Jika salah, beritahukan dengan pas. Adapun tegas maksudnya adalah guru tak memandang latar belakang anak dan tidak membedakan kedudukan orang tua anak,” terangnya.  

Selain itu, guru juga harus mau menjadi fasilitator anak, menolong anak yang kurang mampu dengan memberikan fasilitas belajar yang sederhana agar dapat menjadi motivasi belajar dan menjadi kenangan tersendiri yang tak akan dilupakan anak.

Di akhir pemaparannya, KH Ibnu Mas’ud berpesan agar para guru sabar dalam menghadapi anak dan sikap orang tua. Guru harus mampu menjadi teladan bagi anak didik dan lingkungannya.

“Mampu membimbing dan mengarahkan anak untuk bersikap terpuji dan menghormati orang tua, karena guru lebih didengarkan nasehatnya daripada orang tuanya sendiri,” pungkasnya. (Mufty)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here