Peringati Harlah Ke-75, PC Muslimat NU Kendal Gelar Riyadhoh dan Doa Bersama

0
30

Kendal, pcnukendal.com – Memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-75, Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Kendal menggelar acara bertajuk Riyadhoh dan Doa Bersama, Jumat (26/03) di Aula Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Cepiring.

Kegiatan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan hanya dihadiri pengurus cabang, perwakilan Badan Otonom (Banom) NU, dan beberapa tokoh NU. Sementara di tingkat Anak Cabang mengikuti acara tersebut melalui platform zoom.

Menurut Ketua PC Muslimat NU Kendal, Hj. Niken Larasati, rangkaian acara Harlah telah dimulai sejak 15 Maret lalu dan akan berakhir pada 31 Maret mendatang. Sejumlah kegiatan juga telah dilaksanakan, diantaranya bhakti sosial, pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gratis, pembagian Sembako, dan beberapa kegiatan lain yang digelar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kendal.

“Pelayanan KB MKJP misalnya, pelayanan ini menjadi momen yang sangat bermakna di tengah situasi Pandemi Covid-19. Dari upaya ini diharapkan tingkat kelahiran dapat terkontrol secara baik,” tutur Ketua PC Muslimat NU.

Di samping itu, PC Muslimat NU Kendal juga melakukan monitoring ke sejumlah TK Muslimat NU yang dikelola Ikatan Pengelola Taman Kanak-kanak Muslimat NU (IPTKM NU). Dikatakannya, Muslimat NU di Kendal memiliki aset 158 TK Muslimat NU dan 516 orang tenaga pendidik.

Acara juga dihadiri Rais Syuriyah PC NU Kendal, KH Izzudin Abdussalam. Dalam sambutannya, Kiai Izzuddin memaparkan peran penting wanita dalam kehidupan agama dan bangsa.

“Karena maqolah ulama menyebutkan, Annisa ‘imadul bilad, idzasholuhat sholuhal bilad, wa idza fasadat fasadal bilad. Perempuan adalah tiang negara, bila perempuannya baik maka negaranya juga akan baik, bila perempuannya buruk maka negaranya akan buruk,” jelas Kiai Izzuddin.

Diceritakannya, Allah Swt memberikan contoh Nabi Nuh As, meski berjuang selama 1000 tahun namun pengikutnya hanya 80 orang di perahu. Begitu pula Nabi Luth As pengikutnya hanya belasan orang. Kiai Izzuddin kemudian mengungkapkan penyebabnya, yakni sebab istri yang berperilaku buruk.

“Kiai itu kalau istrinya benar ya pasti umatnya banyak. Maka peranan ibu Muslimat itu penting, sebab merupakan cagak (tiang)-nya NU dan negara,” pungkasnya. (Firdaus/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here