Peringati Harlah, IPNU-IPPNU Rowosari Gelar Tasyakuran

0
43

Rowosari, pcnukendal.com – Memperingati hari lahir (Harlah) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-67 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke-66, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Rowosari menggelar tasyakuran di Gedung MWC NU Rowosari, Minggu (14/3).

Menurut ketua panitia kegiatan, Sirojudin, PAC IPNU-IPPNU Rowosari belum pernah absen untuk menyelenggarakan kegiatan Harlah IPNU dan IPPNU. Tahun ini pihaknya tetap menyelenggarakan peringatan Harlah meski masih dalam masa pandemi.

“Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Selain sebagai ajang silaturahmi seluruh ranting se-kecamatan, lanjut Sirojudin, kegiatan itu diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat dan daya juang anggota IPNU-IPPNU dalam melanjutkan perjuangan para pendahulunya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa Khotmil Quran yang menandai khatamnya pembacaan Alquran oleh seluruh jajaran pengurus beberapa hari sebelumnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Rowosari.

Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi dan Kolaborasi Pelajar Merajut Persatuan Membangun Peradaban” ini juga diisi sarasehan dengan menghadirkan Pengajar Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Ali Martin, dan Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rowosari Muh Warno sebagai narasumber.

Ali Martin menyampaikan materi kepemudaan dan wawasan kebangsaan. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa kader NU harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan.

“Kader NU harus berpengetahuan luas dan berilmu tinggi karena dengan ilmu yang dimiliki, seseorang bisa menyikapi setiap permasalahan yang dihadapi,” tuturnya.

Sementara Muh Warno, dalam pemaparannya berpesan agar para kader NU tidak menutup diri terhadap organisasi lain agar dapat mengambil pelajaran dan pengetahuan, menjalin sinergi dan kerjasama dalam membangun kehormanisan di masyarakat.

“Namun dengan tanpa meninggalkan almamater IPNU-IPPNU dan NU. Tebarkan kepercayaan diri untuk maju dengan identitas NU,” pesannya.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama sebagai ungkapan syukur atas keberadaan dan eksistensi IPNU dan IPPNU hingga Harlah ke-67 dan 66. (Ulfi Priandini/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here