Penonton

0
47

Oleh: Abdul Basyid

Penonton merupakan unsur penting  di setiap pertandingan. Di sepak bola penonton sering dikatakan sebagai pemain ke dua belas. Pada pertandingan bulu tangkis penonton menjadi spirit tersendiri bagi para pemain, sehingga semangat untuk menang selalu ditunjukan oleh para pemain. Begitu pula penonton pada setiap konser musik keberadaannya menjadi wujud tinggi rendahnya apresiasi mereka terhadap musik itu sendiri.

Penonton selain memberi kontribusi positif di setiap pertunjukan atau pertandingan terkadang juga dapat bersikap arogan, destruktif, membuat kacau keadaan dengan berkelahi, saling lempar barang atau merusak fasilitas umum dapat merugikan berbagai pihak. Dinamika  seperti ini sering dipertontonkan oleh penonton negeri ini.

Pemandangan berbeda tersaji di luar negeri. Pada pertandingan liga-liga Eropa misalnya,  mereka begitu tertib, bahkan begitu santunnya manakala menyaksikan pertandingan. Mereka berdiri dan  memberikan aplaus takkala memberi apresiasi kepada pemain yang telah menunjukan kualitasnya di lapangan. Selain itu, sebagai dukungan loyalitas mereka juga berbondong – bondong ke stadion dengan mengenakan jersey dan atribut tim kesayangan.

Kehadiran penonton selain sebagai penikmat pertandingan, juga menjadi pengamat pertandingan. Penonton yang menjadi penikmat pertandingan seberapapun harga  tiket pertandingan akan dibelinya yang penting dia bisa menjadi saksi kemenangan setiap pertandingan. Sedangkan penonton yang menjadi pengamat pertandingan terkadang bersikap apriori terhadap jalannya pertandingan. Keadaan ini sering diperlihatkan oleh sebagian penonton negeri ini.

Hal demikian terjadi pula pada organisasi masyarakat terbesar di negeri ini, Nahdlatul Ulam (NU). Banyak penonton dari kalangan NU dari orang NU atau di luar NU bersikap skeptis terhadap NU. Hal ini bisa dimengerti mengingat gencarnya pemberitaan medsos yang menyudutkan NU. Bahkan tidak sedikit yang terang – terangan memfitnah NU. Sehingga mereka yang tidak mengerti akan menjustifikasi NU seperti berita yang digosipkan.  Padahal gerakan NU hampir di setiap waktu selalu berjuang bersama umat.

Dalam menanggulangi pandemi Covid-19, NU turut serta mulai memberi sumbangan, penyemprotan disinfektan ke rumah – rumah atau tempat ibadah, peran Asosiasi Rumah Sakit NU, Persatuan Dokter NU, serta Satgas NU Peduli Covid-19 sangat membantu upaya pemerintah melawan pandemi. Tak hanya musibah pandemi, dalam gerakan kemanusian bencana banjir di Kalimantan, gempa bumi di Sulawesi Tenggara, dan tanah lonsor di Jawa Barat NU juga hadir sebagai relawan yang dimotori BAGANA (Banser Tanggap Bencana) dan BALAKAR (Banser Pemadam Kebakaran). 

Belum lagi gerakan sosial berupa  santunan kepada anak yatim yang tinggal di panti asuhan atau di luar panti asuhan serta santuan untuk  orang – orang tidak mampu, bantuan pendidikan atau beasiswa pendidikan, layanan kesehatan ambulans gratis yang dilakukan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Gerakan – gerakan tersebut terkadang tidak diberitakan karena hal itu merupakan hal yang biasa. Sehingga ketika seorang aktor dan komedian Pandji Pragiwaksono yang mengatakan jika NU dan Muhammadiyah jauh dari umat ini menunjukan jika Pandji tidak paham  betul tentang perjuangan NU dan Muhammadiyah. Pandji sebagai penonton hanya memandang NU dan Muhammadiyah dari tribun yang sangat jauh. Borometernya hanya Jakarta dan sekitarnya. Dia tidak melihat NU dan Muhammadiyah secara nasional. Sehingga dia hanya menyimpulkan berdasar berita yang tidak jelas sumbernya serta tidak senang akan kebesaran NU dan Muhammadiyah.

Terlepas dari itu semua, yang menjadi refleksi bersama dalam menjaga marwah NU di masyarakat, tidak ada salahnya jika setiap kali NU dan Banomnya melakukan aksi sosial dan kemanusiaan di tengah bencana dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial dan website. Selain sebagai jawaban kritikan terhadap peran NU, juga dapat menjadi bukti jika NU sampai detik ini tetap menjadi bagian dari bangsa ini.

Penulis adalah Mantan Sekretaris PC IPNU Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here