PENGARUH IMAM SYAFII DALAM ZIARAH KUBUR

0
134

Tradisi ziarah kemudian berdoa di dekat makam ulama dan auliya’, di antaranya dipengaruhi oleh Imam Syafii RA yang biasa melakukannya. Sebagaimana diakui oleh para ulama bahwa Imam Syafii adalah orang yang sangat besar pengaruhnya, terbukti bahwa para pengikut madzhabnya adalah mayoritas muslimin di dunia. Di dalam kitab Bughyah disebutkan bahwa Imam Syafii berkata :

اذا كانت لي حاجة جئت الى قبر ابي حنيفة فدعوت الله تعالى في جنب قبره فما مضت لي مدة الا قضيت حاجتي

“Tatkala aku ada hajat, maka aku datang ke kubur Abu Hanifah, lalu aku berdoa kepada Alloh Ta’ala di samping kuburnya. Maka tidak ada waktu lama setelah itu kecuali hajatku telah dikabulkan”.

Ada riwayat yang menerangkan bahwa ziarah itu dilakukan oleh Imam mulai tengah malam sampai dengan waktu fajar. Setelah fajar Imam melanjutkan ke masjid dekat makam untuk melakukan sholat subuh. Kaum muslimin yang biasa melakukan jamaah di masjid itu adalah para pengikut madzhab Hanafi. Setelah iqomah pertanda dimulainya jamaah sholat subuh sudah dikumandangkan, maka Imam Syafii diminta oleh mereka untuk menjadi imam jamaah sholat.  Pada rakaat kedua sholat subuh, Imam tidak membaca qunut sebagaimana taqrir dalam madzhabnya.

Setelah pulang dari ziarah, murid yang mendampinginya bertanya: “Kenapa Imam tadi tidak membaca qunut, padahal Imam adalah orang yang memerintahkannya?”. Imam Syafii menjawab: “Ya, aku tidak membaca qunut karena untuk menghormati Imam Abu Hanifah”. Betapa tinggi sikap toleransi yang ditunjukkan Imam Syafii kepada pengikut madzhab lain. Begitulah sifat para ulama yang selalu menyertakan akhlak yang mulia ke dalam ilmu mereka yang dalam seperti lautan. Semoga Alloh menjadikan kita sebagai umat yang bisa mengikuti mereka. Amiin. Wallohu A’lam Bisshowab. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here