PENDIDIKAN JANGAN HILANG MAKNA

0
60

oleh : Achmad Mustofa
(Pemerhati Pendidikan tinggal di Kendal)

Pendidikan adalah proses, ketika orang menjalani sebuah pendidikan maka dia sedang meniti jalan untuk menjadi. Learning to be tentunya sangat terkait dengan yang namanya mengetahui, melakukan, mencoba dan memahami. Untuk sampai pada pemahaman perlu adanya latihan yang terprogram, tersususun, terencana dan terukur. Rangkaian ini yang sering dimaknai dengan pembelajaran.

Problem hari ini, pendidikan lebih condong pada satu aspek yakni pengetahuan. Berbagai macam metode dan pendekatan yang dibingkai dalam sebuah kurikulum ternyata tidak selalu membawa perubahan pada proses pembelajaran di dunia persekolahan.

CBSA pernah dicoba, PAIKEM pernah dijalani, KBK pernah cicipi, KTSP pernah dilakukan dan Kurtilas telah diuji coba. Dari sekian konsep ternyata belum bisa menjawab problem pendidikan Nasional. Sebuah keprihatihanan hari ini, guru yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa dihadapkan berbagai persoalan. Sumber daya pendidik yang digadang mampu menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan berada pada lingkaran kegalauan yang tak berujung. Mereka harusnya bersatu padu memikirkan anak didik menjadi genius seperti Bj Habibi, cerdas dan peduli seperti Gusdur, ngayomi seperti Gusmus. namun terkotak-kotak dalam status mereka.

PNS disibukkan dengan segudang administrasi sebagai syarat tunjangan bisa cair. Non PNS/GTT/GTY baik di sekolah negeri maupun swasta tersita konsentrasinya untuk mendapatkan sedikit perhargaan sebagai guru profesional. kesenjangan mereka hingga hari ini selalu nampak dan entah sampai kapan berakhir.

Persoalan ini berimbas pada konsentrasi guru untuk open (baca: mendampingi) pada anak didiknya. Sertifikasi dijadikan sebagai salah satu upaya meningkatnya kualitas pendidik, baru bisa merubah gaya hidup atau minimal kesejahteraan hidup. madrasah maupun sekolah yang harusnya menjadi penyemai nilai-nilai dan kearifan agama, hari ini tergadaikan dengan pragmatis dan materialis.

Kejujuran, keikhlasan, penghormatan dan perhargaan terhadap orang lain semakin tergerus. Di sinilah makna pendidikan menjadi sangat kering. Semangat perjuangan harus dihidupkan lagi agar ruh/nyawa pendidikan kembali berdenyut. Agar senyum bahagia pewaris masa depan berkembang di setiap sudut kelas mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here