Pembagian Manusia dalam Melihat Allah

0
157
Oleh: Muhammad Umar Said 

ألبحث في علم التصوف من كتاب “إيقاظ الهمم” للشيخ العلامة إبن عجيبة في شرح الحكم للشبخ العلامة العارف بالله إبن عطاءالله السكندري رحمه اللَّه تعالى

تقسيم الناس في شهودالحق

ثم قسم الناس في شهود الحق على ثلاثة أقسام : عموم،  وخصوص، وخصوص الخصوص. فقال: فمن رأى الكون ولم يشهده فيه أوعنده أوقبله أو بعده،  فقد أعوزه وجود الأنوار، وحجبت عنه شموس المعارف بسحب الأثار. فأهل البقاء يشهدون الحق بمجرد وقوع بصرهم على الكون، فهم يثبتون الأثر بالله ولا يشهدون بسواه،  إلا أنهم لكمالهم يثبتون الواسطة والموسوطة،  فهم يشهدون الحق بمجرد شهود الواسطة والموسوطة، فهم يشهدون الحق بمجرد شهود الواسطة أو عندها،  بلا تقديم ولا تأخير ولا ظرفية ولا مظروف , مذ عرفت الإله لم أر غيرا وكذا الغير عندنا ممنوع

Syeikh Ibnu Atho’illah Al-Sakandary R.A. mengelompokkan 3 golongan manusia dalam melihat Allah. Pertama, golongan umum (ألعموم), Kedua golongan khusus (ألخصوص), dan ketiga golongan khususnya khusus (خصوص الخصوص).

Golongan umum (kebanyakan), yaitu mereka  bisa melihat alam  (ألكون), tetapi tidak bisa melihat Allah, baik saat mereka dalam alam (dunia), sebelum maupun setelah mereka meninggalkan dunia. Hati mereka sangat membutuhkan cahaya (ألنور), karena telah tertutup oleh alam;

Golongan khusus,  yaitu mereka yang telah sampai maqam baqa’ (hakekat) yang sudah bisa melihat Allah dengan bashirahnya di atas alam. Mereka tetap berada di alam, akan tetapi hatinya tidak melihat apa-apa, selain Allah. Sesungguhnya mereka melihat Allah, dengan melihat mediator dan Yang dimediasi sekaligus. Sedangkan golongan ketiga,  Khususnya khusus, yaitu mereka hanya melihat Allah dan sudah tidak melihat perantaranya tanpa permulaan dan akhiran, serta tidak berada di tempat tertentu. Sebagaimana sebuah ungkapan dari Ahli hakekat :

“Sejak aku mengenal Allah, aku tidak melihat selain-Nya, sebagaimana selain-Nya (alam) terhalang masuk dalam hatiku”.

Kesimpulan :

Bagi orang awam tidak bisa melihat Allah, karena hatinya tertutup oleh syahwat duniawi,  hatinya berada dalam kegelapan tidak ada cahaya yang menyinari. Hal tersebut terjadi ketika mereka hidup di alam dunia, sebelum maupun setelah mereka meninggalkannya.

Bagi golongan Khusus, mereka bisa melihat Allah dengan bashirahnya, namun  mereka masih berada di tengah antara perantara dengan Allah.

Sedangkan golongan Khususnya khusus, mereka hanya melihat Allah tanpa disertai perantara. Seperti halnya Nabi Muhammad Saw saat bertemu Allah di Sidratul Muntaha tanpa perantara Malaikat Jibril. Sebab Malaikat Jibril  tidak diijinkan Allah menyertai Nabi Muhammad Saw hingga Sidaratul Muntaha.

Bagi mereka yang sudah mencapai maqam golongan ketiga ini, hati mereka hanya melihat Allah, karena alam (makhluk)  sudah tertutup tidak bisa masuk ke dalam hatinya. Sebaliknya golongan umum tidak bisa melihat Allah, karena hatinya dipenuhi syahwat duniawi, sehingga hatinya gelap tidak ada cahaya yang meneranginya.

Semoga bermanfaat.

Istilah dalam Ilmu Tasawuf :

1. Al-Haqq (الحق) = Allah

2. Al-kaun (ألكون/ ألغير/ ألخلق) = Alam,  selain Allah,  makhluk

3. Allah (ألله) 

الإسم الذي هو أعرف المعارف

4. Syai’ (شئ)

أللفظ العام الذي هو أنكر المناكر

Ngaji Tasawuf bersama KH. Mohammad Danial Royyan 


judul iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here