Pemahaman yang Wajib Diluruskan

0
168
Oleh: Muhammad Umar Said

قال النبي صلى الله عليه وسلم : إذا قال الرجل لأخيه : يا كافر! فقد باء بها أحدهما . رواه البخاري

Nabi Saw bersabda, “Apabila seorang laki-laki berkata kepada saudaranya: “Hai kafir!”, maka sesungguhnya ucapannya itu kembali kepada salah satu di antara keduanya”. (HR. Bukhori).

Sayyid Muhammad Alawy al-Maliky al-Hasani al-Makky menjelaskan makna hadits di atas, bahwa hukum seorang muslim yang mengkafirkan saudaranya yang bukan pada tempatnya merupakan masalah besar.

Dan tidak dibenarkan mengeluarkan kata “kafir” kecuali dari orang yang makrifat (mengetahui) melalui cahaya syari’at tentang kekufuran seseorang, dan batasan-batasan yang memisahkan di antara kufur dan iman dalam hukum syari’at.

Dan tidak diperbolehkan siapa saja bermain-main dalam wilayah ini, mengkafirkan dengan justifikasi dan prasangka yang tidak benar, tanpa dilandasi suatu ketetapan dan keyakinan serta pengetahuan yang kuat. Sebab jika hal tersebut dilakukan, maka tidak akan tersisa seorang muslim di muka bumi ini kecuali tinggal sedikit.

Tidak diperbolehkan juga mengkafirkan seseorang lantaran banyak berbuat maksiat yang masih memiliki iman dan berikrar dengan dua kalimat syahadat.
Allahu a’lam.

(Dikutip dari kitab Mafaahimu Yajibu an Tushohhaha, hal. 82)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here