Pelindung Yatim Piatu Bersanding dengan Rasulullah Saw. di Surga

0
413

k-yp1

Kangkung pcnukendal.id. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhori disebutkan, bahwa para pelindung anak yatim di surga akan berdampingan dengan Rasulullah Saw. Beliau mengilustrasikan kedekatannya dengan penjaga anak yatim seperti dua jari, sambil menunjukkan jari tengah dan jari telunjuk beliau. Hadist tersebut menjadi salah satu motivasi bagi umat Islam untuk selalu peduli dengan yatim piatu.

Petuah itu disampaikan oleh KH. Junaedi, mubaligh dari Brangsong, ketika mengisi Pengajian Umum dan Santunan Yatim Piatu, Ahad (16/10). Acara yang diadakan di Masjid Darussalam Tanjungmojo itu merupakan agenda untuk memperingati Tahun Baru 1438 Hijriyah.

Dalam kesempatan itu, Junaedi juga mengutip ayat-ayat Al-Qur’an. Allah, melalui Surat Al-Ma’un, menegaskan bahwa orang yang menghardik anak yatim dikategorikan sebagai pendusta agama.

“Menghardik di sini maknanya luas, Menyakiti, mengabaikan, tidak peduli kepada nasib dan keberadaan anak yatim, termasuk dalam arti yang dimaksud dalam ayat surat Al-Ma’un itu,” papar Junaedi.

Junaedi lalu bercerita tentang teladan Rasulullah Saw. dalam mencintai anak yatim. Suatu ketika usai melaksanakan sholat Idul Fitri, beliau berjumpa dengan anak kecil yang sedang menangis. Setelah dihampiri dan ditanya, anak itu menjawab bahwa ayahnya meninggal saat ikut perang bersama Rasulullah, sedangkan ibunya pergi meninggalkannya. Dia sedih dan iri melihat anak-anak lain yang bisa ikut sholat Ied dengan memakai baju baru dan bisa tertawa bahagia bersama ayah mereka.

Mendengar hal itu, Rasulullah lantas berkata, “Maukah kamu menerima Muhammad menjadi ayahmu, Khodijah sebagai ibumu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu mengangguk. Rasulullah akhirnya mengajak anak itu pulang. Beliau memandikan dan memberi anak itu baju. Kesedihan anak yatim itu pun sirna berganti menjadi kebahagiaan.

k-yp3

Pengunjung membludak

Sebanyak 1500 orang hadir menyaksikan pengajian tersebut. Agenda itu merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Panzis GP Ansor Tanjungmojo.

Salah satu panitia, Slamet Kalib, menyampaikan bahwa pengajian umum yang juga diisi dengan santunan anak yatim ini bisa sukses karena mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat. Selain itu, Banom NU seperti Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU, juga Jam’iyah Senenan, Jamiyah Jum’at, juga Ikatan Remaja Balun (IRB), semua terlibat dan membantu pelaksanaan acara tersebut.

Sobirin, ketua Panzis, mengatakan, sebanyak 19 anak yatim piatu disantuni dalam acara tersebut. Mereka ada yang berusia 2 hingga 13 tahun dan semuanya berdomisili dan tinggal di desa tanjungmojo. Ketentuan domisili ini dihitung sejak 2 bulan sebelum pelaksananaan santunan.

Ahmad Mustofa, selaku pimpinan ranting Ansor, menyampaikan terima kasih atas suksesnya acara pengajian dan santunan anak yatim itu.

“Saya juga minta maaf apabila ada kekurangan dalam penyelengggaraan agenda ini,” tutup Mustofa. (Fatwa/Zubair).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here