P4SK dan TANSIKE Gelar Halal Bihalal

0
289

p4sk1

Kaliwungu, pcnukendal.id. Persatuan Pengasuh Pondok Pesatren Salafiyyah Kaaffah (P4SK) dan Ikatan Santri Kendal  (TANSIKE) asal Pondok Tegalrejo Magelang, Selasa (19/7) mengadakan acara silaturahim dan halal bihalal di dusun Panggang Ayam, desa Wonorejo, kecamatan Kaliwungu.

Acara tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bergilir tiap kecamatan di kabupaten Kendal yang pada tahun lalu berlangsung di kecamatan Boja. Dengan diadakannya acara ini, baik kyai, santri, maupun masyarakat sangat antusias untuk menghadiri acara tersebut. Dalam halal bi halal itu diisi ceramah pengajian oleh KH. Yusuf Khudhori pengasuh ponpes Tegalrejo Magelang

Dalam ceramahnya, Gus Yusuf, panggilan akrab KH. Yusuf Khudhori, berpesan agar seluruh putra-putri dari alumni pesantren dari manapun agar supaya mengikuti jejak langkah menjadi santri.

“Kalau bapak ibunya dulunya mondok ya anak-anaknya juga disuruh mondok, syukur-syukur orang tua yang belum pernah mondok agar menitipkan anak-anaknya di pondok pesantren, agar supaya tidak terpengaruh dengan anak-anak yang notabene nakal” papar  Gus Yusuf.

 Diceritakan Gus Yusuf, sejarah lahirnya halal bihalal  dulunya berawal dari ide KH. Abdul Wahab Chasbullah dan Presiden Sukarno yang  juga dimaksudkan untuk  menumbuhkan rasa nasionalisme cinta tanah air.

“Kalau ingin Islam sama persis dengan Nabi ya jangan hidup di Indonesia. Sebab orang Indonesia makanannya mie ayam dan bubur, kalau ingin seperti Nabi ya makan kurma saja pake tiga jari” ungkap Gus Yusuf  diikuti gelak tawa hadirin.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama  (NU) Kabupaten Kendal, KH. Izzudin Abdussalam ( Rois Syuriah PCNU Kendal), KH. Moh. Danial Royyan (Ketua Tanfidziyah PCNU Kendal) dan banyak tokoh lainnya.

p4sk2

Dalam sambutanya, KH.Muhammad Danial Royyan mengungkapkan pentingnya peran Islam Nusantara di Indonesia dan juga pengaruh besar Organisasi NU di kalangan dunia serta relevansi NU di dunia modern.

“Kyai sakniki niku kudu ilmiyah barang, ben mboten diarani kolot” paparnya

 “NU itu mempertemukan tradisi lokal dengan syariat Islam, maka dari itu Islam datang untuk menyempurnakan budaya. Bukan menghilangkan budaya”, tegas kyai Danial

p4sk3

Acara  diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH. Izzudin Abdussalam kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal bermusafahah saling bersalaman antara kyai dan santri yang hadir pada waktu itu. (Bagus/Fahroji).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here