NU Protes Penghentian Kurikulum 2013

0
51

Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU memprotes penghentian penerapan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud Dasmen. Hal tersebut karena kurikulum tersebut dinilai sesuai dengan metode pembelajaran di pondok pesantren.

Yakni tidak hanya dalam aspek pengetahuan saja yang dinilai dalam pembelajaran di kelas, tapi juga sikap siswa. Sehingga tujuan pendidikan untuk membentuk karakter siswa bisa terbentuk. “Kami menilai bahwa kurikulum 2013 lebih cocok diterapkan pada lembaga pendidikan di Indonesia. Seperti model pembelajaran pesantren, yakni 24 jam,” ujar Ketua Pengurus Pusat LP Maarif NU, Arifin Junaidi di sela-sela Muskercab NU di Kabupaten Kendal, Minggu (21/12).

Kurikulum 2013, menurutnya memiliki kelebihan dibandingkan dengan kurikulum KTSP 2006. Sebab model pembelajaran akan mempererat hubungan emosional guru dan murid. “Metode itulah yang kemudian lebih efektif untuk mentransfer ilmu dari guru kepada murid,” jelasnya.

Penilaian guru kepada murid, lanjut Arifin, tidak hanya di dalam kelas saja. Tapi juga di luar kelas. Selain itu pendidikan juga tidak hanya terfokus pada guru saja, tapi diskusi antara siswa. Sehingga hasil dari pembelajaran itu lebih maksimal. “Pesantren sudah menjalankan metode seperti itu sejak dulu,” lanjutnya.

Dari itu, pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh LP Maarif NU agar tetap menerapkan kurikulum 2013. “Kami sudah mengirimkan surat edaran kepada LP di bawah NU agar tetap melaksanakan kurikulum 2013,” tandasnya.

Diakui kurikulum tersebut memang belum begitu memasyarakat. Sebab baru satu tahun diberlakukan. Tapi satu tahun berjalan semestinya sudah ada evaluasi dan tidak perlu untuk di hentikan. “Jika ingin dievaluasi mestinya bukan sekarang karena baru berjalan satu tahun,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Muryono menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima Peraturan Mendikbud Dasmen nomor 160 tahun 2014. Tentang pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 sekaligus. Muryono menjelaskan, isi dari Permendikbud 160/2014 agar SD, SMP dan SMA sederajat yang baru melaksanakan kurikulum 2013 tahun ajaran 2014/2015 agar kembali melaksanakan kurikulum 2006 mulai semester kedua.

Sedangkan sekolah pilot project yang sudah menerapkan kurikulum 2013 tetap dilanjutkan. “Keputusan ini berlaku sampai nanti ada ketetapan dari Kemendikbud Dasmen untuk melaksanakan 2013 kembali,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here