NU Didik Generasi Milenial Antiradikal

0
306
Oleh: Nur Fadhul Ma’arif

Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia.  Bangsa Arab saat itu terjebak dalam kejahiliahan akhlak, sehingga kepada Allah pun bangsa Arab berani menduakan dengan menuhankan  berhala. Kehadiran Rasulullah yang telah berhasil merubah mindset berpikir bangsa Arab pada khususnya dan umat manusia pada umumnya menjadi manusia yang mengedepankan akhlaqul karimah, sehingga di bawah pimpinan Rasulullah SAW umat Islam menjelma menjadi bangsa yang maju terutama di bidang ilmu pengetahuan. Bahkan di zaman Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Umayyah, Islam pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia selama ratusan tahun.

Kemajuan peradaban yang begitu pesat, mendorong umat Islam untuk terus meng-upgrade dirinya agar tidak tergerus kemajuan zaman, khususnya di bidang pendidikan. Bagi tokoh dan warga NU, lembaga pendidikan merupakan lembaga paling strategis untuk mewujudkan semangat “al-muhaafazhah ‘ala qadiimish shaalih wal akhdz bil jadiidil ashlah” (melestarikan hal terdahulu yang baik dan menerapkan hal baru yang lebih baik). Melalui pendidikan, khazanah dan paham keagamaan serta upaya penguatan ilmu pengetahuan dapat dilakukan secara berkesinambungan dari generasi ke generasi. Pada tahun 1959 berdirilah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Sekolah maupun Madrasah di bawah LP Ma’arif, senantiasa mengedepankan perbaikan akhlak kepada siswa-siswinya. Dengan pondasi akhlak yang baik, siswa jadi mengerti tentang unggah ungguh tentang cara menggali ilmu.  Dari akhlak yang baik itulah, siswa akan mendapat keberkahan guru yang ia dapatkan ilmunya. Adab mencari ilmu akan membuat siswa menjadi lebih cerdas dari berbagai sisi baik logika, emosional maupun spiritual. Siswa yang cerdas dari sisi logika akan cepat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, siswa yang cerdas disisi emosional akan memiliki kepekaan yang tinggi dalam bersosial dan kerjasama tim, sedangkan siswa yang cerdas disisi spiritual akan mampu melihat sudut pandang yang jauh untuk menganalisis suatu masalah karena senantiasa mendahulukan untuk meminta petunjuk kepada Allah dalam menyelesaikan suatu masalah.

Ketika kecerdasan tersebut mampu dikuasai dengan baik maka akan terbentuk kader-kader milenial yang tidak mudah terjebak dengan infomasi-informasi hoax yang terkadang membuat kebingungan pada masyarakat. Ironisnya lagi, media dakwah sering digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menggiring mindset berpikir netizen agar sesuai dengan keinginan mereka. Bahkan, mereka sering menafsirkan Alquran dan Hadits agar sesuai dengan hawa nafsu mereka. Untuk itulah, perlunya kita mempercayakan pendidikan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang dibawah pengawasan LP Ma’arif agar anak-anak milenial tidak mudah tersesat informasi-informasi  yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Melalui LP Ma’arif yang mengedapankan aqidah Aswaja Annadliyah, ilmu pengetahuan selalu dikaitkan dengan sanad keilmuan yang jelas agar tidak lepas rantai ilmu dan keberkahannya. Sanad keilmuan juga menjadi ujung tombak dalam menjawab derasnya kritikan pemuda pemudi milenial dalam menggali ilmu pengetahuan.

Diantara kekhasan pendidikan di LP Ma’arif yang antiradikalisme adalah :

  1. Menjunjung tinggi nilai Pancasila sebagai ideologi negara yang sudah final
  2. Menghindari fanatisme berlebihan dalam hubungan social
  3. Mengedepankan toleransi baik sesama maupun antar umat beragama
  4. Mengutamakan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan
  5. Menimba ilmu dari guru agar senantiasa mendapat keberkahannya dan menjaga sanad keilmuan
  6. Memfilter arus informasi yang masuk melalui terutama melalui media sosial dengan memastikan kevalidan sumber informasi.
  7. Menjaga keseimbangan dakwah dari serangan pemikiran radikal di media sosial dengan berperan aktif memberikan informasi mamupun berbagi ilmu yang brmanfaat.
  8. Mengutamakan adab, sopan santun dan akhlaqul karimah dalam setiap berkomunikasi dengan siapapun.
  9. Membiasakan pembacaan doa, asmaul husna, tahlil, maulid dan manaqib untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW.

Di musim PPDB saat ini, masih belum terlambat bagi wali murid untuk mempercayakan putra putrinya untuk belajar sekaligus mengaji bersama sekolah-sekolah di bawah manajemen LP Ma’arif. Untuk mengidentifikasinya cukup mudah, asalkan sekolah tersebut menyebutkan identitas NU atau Nahdlatul Ulama maka secara otomatis sekolah tersebut milik LP Ma’arif yang merupakan bagian dari NU. Dengan belajar melalui NU, mudah-mudahan kita diakui sebagai santri Mbah Kyai Hadrotuss Syeih Hasyim Asy’ari dan mudah-mudahan kita digandeng beliau di akhirat untuk mendapatkan syafaat Rasulullah SAW. Aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here