Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (65)

0
23
iklan

Nadhim berkata dalam nadham-nya:

شَمِّتْ لِعَاطِشِ مُسْلِمٍ حَمِدَ اْلإِلَهَ * وَابْعُدْ اَخِى عَنْ مُفْسِدٍ لاَتُظْلَمُ

Bacalah tasymit bagi orang muslim yang bersin dan memuji Allah, jauhilah wahai saudaraku orang yang berbuat kerusakan, niscaya engkau tidak dianiaya.

Iklan

Pada bait ini nadhim hanya memberitahukan dua macam cabang iman yang selanjutnya, yaitu:

65. Membaca tasymit bagi orang yang bersin

Tasymit ialah mengucapkan:

يَرْحَمُكَ اللهُ “

Semoga Allah memberi rahmat kepadamu

kepada orang yang bersin dan mengucapkan

اَلْحَمْدُلِلهِ

Segala puji tetap bagi Allah.

Tasymit berarti mendoakan keselamatan dari musibah, atau mendoakan orang yang bersin agar tetap dalam keadaannya yang semula. Karena bersin terkadang sebagai penyebab leher menjadi bengkok.

Imam al-Ghozali berkata bahwa orang bersin yang didoakan dengan

يَرْحَمُكَ اللهُ

hendaknya menjawab dengan ucapan

يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Semoga Allah memberi petunjuk kepada kamu dan memperbaiki hatimu sekalian.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, katanya:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا بِقَوْلِهِ : اِذَا عَطِسَ اَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . فَاِذَا قَالَ ذَلِكَ فَلْيَقُلْ مَنْ عِنْدَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ . فَاِذَا قَالُوْا ذَلِكَ فَلْيَقُلْ : يَغْفِرُ اللهُ لِى وَلَكُمْ

Rasulullah saw telah mengajar kepada kita dengan sabda beliau: “Jika salah seorang dari kamu bersin, hendaklah mengucapkan:

” اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ “

Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam

Jika orang yang bersin mengucapkan hamdalah tersebut, hendaklah orang-orang yang ada di dekatnya mengucapkan:

” يَرْحَمُكَ اللهُ “

Semoga Allah memberi rahmat kepadamu

Apabila mereka mengucapkan tasymit, hendaklah orang yang bersin mengucapkan:

” يَغْفِرُاللهُ لِى وَلَكُمْ “

Semoga Allah mengampuni dosa bagiku dan bagi kamu sekalian

Rasulullah saw pernah membacakan tasymit untuk seseorang dan tidak membacanya untuk orang lain yang bersin. Orang yang tidak dibacakan tasymit bertanya kepada beliau tentang hal tersebut, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang saya bacakan tasymit untuknya tadi, dia membaca hamdalah, sedangkan engkau diam.”

Syarat membaca tasymit bagi orang yang bersin:

  1. Membaca hamdalah sesudah bersin.
  2. Bersinnya tidak dibuat-buat dengan mencium bau yang dapat membuat bersin.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here